KONSULTASI
Logo

Ekspor Sawit Tembus US$29,58 Miliar, Jadi Penopang Utama Ekspor Nonmigas Indonesia

3 November 2026
AuthorDwi Fatimah
EditorDwi Fatimah
Ekspor Sawit Tembus US$29,58 Miliar, Jadi Penopang Utama Ekspor Nonmigas Indonesia

sawitsetara.co – Ekspor minyak kelapa sawit kembali menunjukkan peran strategis dalam perdagangan luar negeri Indonesia. Sepanjang Januari-September 2026, kelompok komoditas lemak dan minyak hewani/nabati mencatatkan nilai ekspor mencapai US$29,58 miliar atau meningkat 16,57 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar US$25,37 miliar.

Berdasarkan laporan Badan Pusat Statistik (BPS) bertajuk Perkembangan Ekspor dan Impor Indonesia September 2026, Senin (2/11/2026), kelompok komoditas tersebut menjadi penyumbang kenaikan nilai ekspor terbesar di antara sepuluh golongan barang nonmigas utama Indonesia.

Kenaikan ekspor sawit juga terlihat pada September 2026. Nilainya mencapai US$4,43 miliar, melonjak 89,04 persen dibandingkan September 2025 sebesar US$2,35 miliar. Secara bulanan, angka tersebut juga tumbuh 11,57 persen dibandingkan Agustus 2026.

BPS turut mengungkapkan bahwa peningkatan ekspor minyak kelapa sawit menjadi salah satu pendorong pertumbuhan ekspor industri pengolahan nasional.

“Ekspor industri pengolahan pada September 2026 mengalami peningkatan 16,78 persen yang disumbang oleh peningkatan ekspor minyak kelapa sawit,” ungkap BPS.

HUT APKASINDO - DPW RIAU

Secara kumulatif, nilai ekspor kelompok lemak dan minyak hewani/nabati menyumbang 13,93 persen terhadap total ekspor nonmigas Indonesia. Nilainya bahkan melampaui ekspor bahan bakar mineral yang mencapai US$25,67 miliar dan besi serta baja sebesar US$21,88 miliar.

Capaian tersebut mempertegas posisi komoditas sawit sebagai salah satu andalan ekspor nasional, terutama di tengah melemahnya kinerja sejumlah komoditas lainnya. Tercatat, ekspor produk pertanian, kehutanan, dan perikanan turun 18,42 persen, sedangkan sektor pertambangan dan lainnya terkoreksi 5,46 persen.

Di tengah peningkatan tersebut, total ekspor Indonesia selama Januari-September 2026 mencapai US$221,23 miliar atau tumbuh 5,58 persen secara tahunan. Sementara itu, neraca perdagangan nasional masih mencatatkan surplus sebesar US$10,61 miliar.

Kinerja ekspor sawit ini sekaligus menunjukkan besarnya kontribusi komoditas perkebunan tersebut dalam menopang devisa dan menjaga pertumbuhan ekspor industri pengolahan Indonesia.


Berita Sebelumnya
BNPB Ingatkan Pekebun Sawit: Buka Lahan Tanpa Bakar dan Siapkan Kelompok Tani Peduli Api

BNPB Ingatkan Pekebun Sawit: Buka Lahan Tanpa Bakar dan Siapkan Kelompok Tani Peduli Api

Pekebun kelapa sawit diminta memperkuat kesiapsiagaan menghadapi kebakaran hutan dan lahan (karhutla), terutama menjelang periode rawan kebakaran. Pembukaan lahan tanpa bakar, penyediaan peralatan pemadam, dan pembentukan Kelompok Tani Peduli Api (KTPA) menjadi langkah penting untuk mencegah kebakaran meluas.

2 November 2026Berita

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *