KONSULTASI
Logo

Produksi CPO CSRA Melonjak 65,5% hingga Kuartal III-2026, Tiga Pabrik Jadi Motor Pertumbuhan

3 November 2026
AuthorDwi Fatimah
EditorDwi Fatimah
Produksi CPO CSRA Melonjak 65,5% hingga Kuartal III-2026, Tiga Pabrik Jadi Motor Pertumbuhan

sawitsetara.co - PT Cisadane Sawit Raya Tbk (CSRA) mencatatkan kinerja produksi yang semakin solid sepanjang sembilan bulan pertama 2026. Beroperasinya secara penuh tiga pabrik kelapa sawit (PKS) milik perusahaan menjadi salah satu pendorong utama lonjakan produksi crude palm oil (CPO) yang mencapai 65,5% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Berdasarkan keterangan tertulis perusahaan yang dirilis Jumat (30/10/2026), produksi CPO CSRA hingga akhir kuartal III-2026 mencapai 113.530 ton. Jumlah tersebut meningkat signifikan dibandingkan produksi pada periode yang sama tahun lalu sebesar 68.590 ton.

Pertumbuhan positif juga tercermin pada produksi inti sawit atau kernel. Hingga September 2026, produksi kernel CSRA mencapai 26.373 ton, meningkat dari 15.616 ton pada sembilan bulan pertama tahun sebelumnya.

HUT APKASINDO - DPW RIAU

Sementara itu, produksi tandan buah segar (TBS) turut mengalami peningkatan menjadi 273.985 ton, dibandingkan 249.237 ton pada periode yang sama tahun lalu.

Tak hanya dari sisi volume produksi, produktivitas perkebunan CSRA juga menunjukkan tren positif. Yield TBS tercatat mencapai 14,6 ton per hektare (ha), naik dari 14,1 ton per ha pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Peningkatan ini memperlihatkan semakin optimalnya kontribusi aset produksi perusahaan, khususnya setelah ketiga PKS beroperasi secara penuh.

Peremajaan Kebun Jadi Strategi Jangka Panjang

Untuk mempertahankan momentum pertumbuhan, CSRA tidak hanya mengandalkan peningkatan kapasitas pengolahan, tetapi juga memperkuat produktivitas perkebunan melalui program peremajaan tanaman atau replanting.

HUT APKASINDO - DPW RIAU

Program tersebut dilakukan dengan menggunakan varietas benih unggul untuk menggantikan tanaman yang telah memasuki usia lanjut. Strategi ini diharapkan mampu menjaga produktivitas kebun sekaligus meningkatkan potensi produksi dalam jangka panjang.

Manajemen CSRA juga melihat prospek pertumbuhan produksi yang masih terbuka seiring meningkatnya proporsi tanaman yang memasuki usia prima atau produktif. Kondisi tersebut diharapkan dapat mendorong tanaman mencapai potensi hasil optimal dan menopang kinerja operasional perusahaan ke depan.

Bidik Efisiensi dan Peluang Bisnis Baru pada 2027

Memasuki 2027, CSRA mulai menyiapkan sejumlah agenda strategis untuk memperkuat fundamental bisnis. Fokus perusahaan diarahkan pada peningkatan produktivitas, efisiensi operasional, serta optimalisasi berbagai peluang pertumbuhan.

Salah satu opsi strategis yang tengah dipertimbangkan adalah divestasi PT Ina Zefanya Ataya, anak usaha yang dinilai memiliki tingkat efisiensi lebih rendah. Langkah ini diharapkan dapat membantu perusahaan mengoptimalkan struktur keuangan sekaligus menjaga stabilitas operasional.

Di sisi lain, CSRA juga berencana mengaktifkan PT Bintang Kenten Lestari sebagai bagian dari strategi pengembangan bisnis. Aktivasi entitas usaha tersebut diharapkan mampu membuka sumber pendapatan baru dan memberikan kontribusi terhadap peningkatan profitabilitas perusahaan.

HUT APKASINDO - DPW RIAU

Tidak hanya berorientasi pada pertumbuhan bisnis, CSRA juga menegaskan komitmennya terhadap penerapan prinsip keberlanjutan melalui kebijakan No Deforestation, No Peat, No Exploitation (NDPE).

Prinsip tersebut mencakup komitmen untuk tidak melakukan deforestasi, tidak membuka lahan gambut, serta tidak melakukan eksploitasi dalam kegiatan operasional perusahaan.

Dengan dukungan peningkatan kapasitas pengolahan, produktivitas tanaman yang semakin membaik, serta agenda efisiensi dan pengembangan bisnis pada 2027, CSRA berupaya menjaga momentum pertumbuhan sekaligus memperkuat fondasi bisnis perkebunan kelapa sawit untuk jangka panjang.


Berita Sebelumnya
BNPB Ingatkan Pekebun Sawit: Buka Lahan Tanpa Bakar dan Siapkan Kelompok Tani Peduli Api

BNPB Ingatkan Pekebun Sawit: Buka Lahan Tanpa Bakar dan Siapkan Kelompok Tani Peduli Api

Pekebun kelapa sawit diminta memperkuat kesiapsiagaan menghadapi kebakaran hutan dan lahan (karhutla), terutama menjelang periode rawan kebakaran. Pembukaan lahan tanpa bakar, penyediaan peralatan pemadam, dan pembentukan Kelompok Tani Peduli Api (KTPA) menjadi langkah penting untuk mencegah kebakaran meluas.

2 November 2026Berita

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *