KONSULTASI
Logo

Dari Minyak Sawit Menjadi Parfum Padat, BPDP Kenalkan Peluang Bisnis Turunan Sawit

17 September 2026
AuthorHendrik Khoirul
EditorHendrik Khoirul
Dari Minyak Sawit Menjadi Parfum Padat, BPDP Kenalkan Peluang Bisnis Turunan Sawit

sawitsetara.co - JAKARTA — Kelapa sawit tak berhenti sebagai bahan baku minyak untuk kebutuhan pangan. Komoditas ini juga dapat diolah menjadi beragam produk yang memiliki nilai ekonomi, termasuk produk kreatif seperti lilin dan parfum padat.

Peluang tersebut diperkenalkan Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) melalui kegiatan di Roemah UMKM BPDP, Smesco Indonesia, Jakarta, Kamis, 17 September 2026. Kegiatan ini menyasar mahasiswa yang memiliki ketertarikan pada kewirausahaan dan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Kepala Divisi Kerja Sama Kemasyarakatan dan UMKM BPDP Helmi Muhansyah mengatakan kegiatan tersebut menggunakan pendekatan aplikatif agar peserta tidak hanya memahami kelapa sawit sebagai komoditas perkebunan, tetapi juga melihat peluang pengembangan produk turunannya.

“Kegiatan yang dilaksanakan di Roemah UMKM BPDP ini dirancang untuk memperkenalkan pemanfaatan minyak sawit melalui pendekatan yang lebih aplikatif. Teman-teman mahasiswa aktivis ini diajak untuk memahami bahwa kelapa sawit tidak hanya menghasilkan minyak untuk kebutuhan pangan, tetapi juga dapat dikembangkan menjadi berbagai produk turunan dengan nilai ekonomi dan manfaat yang beragam dan diharapkan dapat menginspirasi mahasiswa untuk membuat usaha yang berbasis UMKM sawit,” ungkap Helmi Muhansyah pada Kamis (17/9/2026).

DPP

Materi yang diberikan mencakup industri kelapa sawit berkelanjutan, produk turunan kelapa sawit, dan peluang pengembangan produk UMKM. Peserta kemudian mengikuti sesi inspiration talk mengenai peluang usaha dan inovasi produk.

Pengalaman pelaku usaha menjadi bagian lain dari kegiatan tersebut. Naami Scents Academy, mitra UMKM BPDP, membagikan pengalaman melalui sesi success story. Peserta diajak melihat proses membangun usaha, mengembangkan produk, menghadapi tantangan bisnis, hingga menjaga keberlanjutan usaha melalui inovasi.

Owner Naami Scents Academy Josephine Junaidy mengatakan minyak sawit dapat digunakan sebagai salah satu bahan dalam pembuatan parfum padat.

“Kami menggunakan minyak sawit sebagai salah satu bahan dalam produk parfum padat dikarenakan minyak sawit mengandung vitamin E yang bagus untuk kulit. Selain minyak sawit juga menjadikan produk memiliki masa simpan yang panjang karena mengandung antioksidan yang membantu mencegah ketengikan pada produk,” ucap dia.

DPP

Penjelasan itu kemudian dipraktikkan melalui sesi live product experience. Peserta tidak hanya melihat produk jadi, tetapi juga mengikuti proses pembuatan lilin dan parfum padat berbahan turunan minyak kelapa sawit.

Dengan pendampingan Naami Scents Academy, peserta mempelajari tahapan pembuatan produk mulai dari menyiapkan bahan, mencampur dan memanaskan bahan, menambahkan pewangi atau bahan pendukung, hingga mencetak dan mendekorasi produk.

Kegiatan tersebut diikuti 22 mahasiswi yang berasal dari 10 organisasi kemahasiswaan. Organisasi itu adalah HMI, IMM, PMII, GMNI, KMHDI, Hikmahbudhi, PMKRI, LMND, KAMMI, dan SEMMI.

Selain mengenal komoditas kelapa sawit, para peserta mendapat kesempatan mempelajari bagaimana bahan baku perkebunan dapat dikembangkan menjadi produk yang lebih dekat dengan kebutuhan konsumen. Pendekatan ini sekaligus memperkenalkan peluang usaha berbasis UMKM dari komoditas perkebunan.

Roemah UMKM BPDP di Smesco Indonesia menjadi ruang bagi BPDP untuk mempertemukan pelaku UMKM dan masyarakat melalui kegiatan edukasi, kolaborasi, serta pengenalan produk turunan komoditas perkebunan.

Tags:

Berita Sawit

Berita Sebelumnya
PASPI: Pencurian TBS Tak Bisa Serta-merta Dikaitkan dengan PKS Tanpa Kebun

PASPI: Pencurian TBS Tak Bisa Serta-merta Dikaitkan dengan PKS Tanpa Kebun

Tingginya harga tandan buah segar (TBS) dapat menjadi pemicu meningkatnya pencurian di perkebunan sawit. Ada dugaan hasil curian kemudian dijual ke pabrik kelapa sawit (PKS) tanpa kebun. Hal ini dapat terjadi lantaran PKS tanpa kebun tidak menerapkan syarat ketat bagi pemasok.

16 September 2026Berita

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *