KONSULTASI
Logo

Dari Kebun Tua ke Sawit Muda, Perjalanan Petani Rohil Menjemput Harapan

13 Oktober 2026
AuthorHendrik Khoirul
EditorHendrik Khoirul
Dari Kebun Tua ke Sawit Muda, Perjalanan Petani Rohil Menjemput Harapan
HOT NEWS

sawitsetara.co - ROKAN HILIR — Pohon-pohon sawit yang dahulu menjadi andalan kebun Ningsih kini telah berganti dengan tanaman muda. Usianya baru sekitar empat bulan. Belum ada tandan buah segar yang bisa dipanen, tetapi langkah menuju kebun yang lebih produktif sudah dimulai.

Bagi Ningsih, petani kelapa sawit di Rokan Hilir, Riau, keputusan mengikuti program Peremajaan Sawit Rakyat (PSR) menjadi awal dari harapan baru. Ia ingin mengganti tanaman yang sudah tua, tinggi, dan lama dipelihara dengan sawit baru yang diharapkan mampu memberikan hasil lebih baik.

Perjalanannya mengikuti PSR bermula dari informasi yang diterimanya melalui pendamping petani. Nama Gepeng dan Tommy Sihombing, Ketua DPD Asosiasi Petani Kelapa Sawit Indonesia (APKASINDO) Rokan Hilir, menjadi bagian penting dalam proses tersebut.

Dari sosialisasi hingga pendaftaran, Ningsih mendapat arahan untuk mengikuti program peremajaan. Ia kemudian menjalani proses administrasi sampai kebunnya memasuki tahap penanaman kembali.

“Pak Tommy, Pak Gepeng itu disarankan terus. Saya pikir ya ada bagusnya. Alhamdulillah, ternyata memang tertolong betul,” kata Ningsih saat berbincang dengan Sawitsetara.co dalam kunjungan ke kebun PSR di Rokan Hilir pada September 2026.

apkasindo

Bagi Ningsih, mengikuti program pemerintah bukan sekadar soal mengganti pohon lama dengan tanaman baru. Ada tahapan yang harus dilalui, mulai dari memahami program, menyiapkan berkas, hingga memastikan kebunnya dapat diremajakan.

Proses itu terasa lebih mudah karena ia tidak berjalan sendiri. Gepeng dan Tommy memberikan petunjuk ketika diperlukan, termasuk melalui pertemuan dan pendampingan kepada petani.

“Dibantu Pak Gepeng sama Pak Tommy, disarankan, dikasih petunjuk. Kadang sekali-kali ada rapat,” ujarnya.

Pendampingan tersebut membuat Ningsih bisa melewati tahapan demi tahapan sampai akhirnya sawit baru ditanam di lahannya.

Kini, tanaman yang berumur empat bulan itu menjadi penanda dimulainya fase baru dalam pengelolaan kebunnya. Namun, perjalanan belum selesai. Sawit masih membutuhkan waktu untuk tumbuh sebelum mampu menghasilkan buah dan memberikan pendapatan.

Dari Kebun Tua Menuju Masa Depan Baru

Kisah Ningsih memperlihatkan sisi lain pelaksanaan PSR di tingkat petani. Program peremajaan tidak hanya berkaitan dengan penanaman kembali, tetapi juga dengan pendampingan yang membantu petani memahami persyaratan dan melewati proses administrasi.

Bagi petani yang belum terbiasa dengan prosedur program, informasi dan arahan dari pendamping menjadi pintu masuk untuk memulai. Pengalaman Ningsih menunjukkan bagaimana komunikasi dengan APKASINDO dan pendamping di lapangan membantunya sampai ke tahap penanaman.

Kini, di tengah barisan sawit muda berusia empat bulan, harapan Ningsih bertumpu pada perawatan yang berkelanjutan. Ia ingin tanaman yang telah ditanam tumbuh dengan baik dan kelak menjadi sumber penghidupan yang lebih menjanjikan.

Baginya, penanaman sawit baru merupakan awal yang patut disyukuri. Tahap berikutnya adalah memastikan tanaman tersebut terus terawat hingga menghasilkan.

Pohon-pohon tua memang telah berganti. Buah belum bisa dipanen hari ini. Namun, bagi Ningsih, kebun muda itu sudah membawa sesuatu yang penting: harapan bahwa kelak ia dapat kembali mengandalkan kebunnya sebagai sumber penghidupan keluarga.

Tags:

PSRperemajaan sawit rakyatBerita Sawit

Berita Sebelumnya
APKASINDO Dorong Koperasi Bangun Pabrik Pupuk Organik, Biomassa Sawit Jadi Peluang Usaha

APKASINDO Dorong Koperasi Bangun Pabrik Pupuk Organik, Biomassa Sawit Jadi Peluang Usaha

APKASINDO mendorong koperasi petani sawit mengembangkan usaha hilir melalui pembangunan pabrik pupuk organik dan pengolahan biomassa. Langkah ini dibahas bersama perwakilan koperasi dari tujuh provinsi dalam pertemuan di Kantor Perwakilan DPP APKASINDO di Pekanbaru, Sabtu (10/10/2026).

12 Oktober 2026Berita

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *