KONSULTASI
Logo

Daerah Didorong Jadi Motor Penggerak Pangan dan Energi

16 April 2026
AuthorIbnu
EditorIbnu
Daerah Didorong Jadi Motor Penggerak Pangan dan Energi
HOT NEWS

sawitsetara.co - JAKARTA – Pemerintah dalam hal ini Kementerian Pertanian (Kementan) mendorong daerah-daerah yang berpotensi menjadi motor penggerak produksi pangan dan energi. Diantranya melalui beberapa program yang mencakup penguatan pangan seperti cetak sawah serta pengembangan kelapa sawit untuk mewujudkan swasembada energi.

Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman menegaskan bahwa keberhasilan pembangunan sektor pertanian tidak terlepas dari kolaborasi seluruh pihak, termasuk pemerintah daerah (Pemda).

“Membangun pertanian tidak bisa dilakukan sendiri oleh pemerintah pusat. Perlu dukungan dan keterlibatan aktif para kepala daerah menjadi kunci utama keberhasilan program, baik dalam peningkatan produksi pangan maupun pengembangan energi berbasis pertanian, “ ungkapnya, di Jakarta.


Sawit Setara Default Ad Banner

Lebih lanjut Kementan juga akan mengembangkan perkebunan kelapa sawit tapi bukan di daerah kawasan melainkan didaerah-daerah lahan marginal yang selama ini tidak produktif. "Kita prioritaskan tanah yang gundul, Kita prioritas ke sana," kata Amran.

Seperti diketahui bahwa pelaku perkebunan kelapa sawit sudah sejak lama menerapkan budidaya perekebunan kelapa sawit yang sustainable (berkelanjutan).

Ditempat yang sama, Ketua Asosiasi Daerah Penghasil Kelapa Sawit yang juga Bupati Penajam Paser Utara, Mudyat Noor, menegaskan dukungan kuat pemerintah daerah terhadap program pengembangan bioenergi nasional.

“Kami mendukung penuh program B50 (biodiesel berbahan baku kelapa sawit 50%) karena ini sangat penting untuk memperkuat ketahanan energi nasional,” ujar Mudyat dalam rapat di Kementan.


Sawit Setara Default Ad Banner

Audiensi ini dilakukan untuk bersinergi antara pemerintah pusat dan daerah dalam mendorong pembangunan sektor pertanian dan perkebunan. Dukungan para kepala daerah terhadap program pangan dan energi Kementerian Pertanian diharapkan mampu mempercepat peningkatan produksi, memperkuat ketahanan pangan, serta mendukung kemandirian energi nasional secara berkelanjutan.

Berdasarkan catatan Ditjen Perkebunan Kementan luas perkebunan kelapa sawit di Indonesia pada tahun 2024–2025 mencapai sekitar 16,83 juta hektar. Pulau Sumatera dan Kalimantan menjadi pusat perkebunan terbesar, dengan Riau memimpin sebagai provinsi dengan luas kebun sawit terbesar di Indonesia.

Adapun program pemerintah daerah untuk kelapa sawit, yang seringkali didukung oleh pemerintah pusat dan BPDP (Badan Pengelola Dana Perkebunan), berfokus pada peningkatan produktivitas, keberlanjutan, dan kesejahteraan pekebun rakyat diantaranya peremajaan sawit rakyat (PSR), sarana dan prasarana (Sarpras) kelapa sawit, peningkatan SDM pekebun, sertifikasi ISPO (Indonesian Sustainable Palm Oil), dan penguatan kelembagaan petani.



Berita Sebelumnya
Andalas Forum VI Digelar di Palembang, Angkat Isu Tata Kelola dan Keberlanjutan Sawit

Andalas Forum VI Digelar di Palembang, Angkat Isu Tata Kelola dan Keberlanjutan Sawit

Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI) kembali menggelar Andalas Forum VI yang dijadwalkan berlangsung pada 16–17 April 2026 di Hotel Aryaduta Palembang.

15 April 2026Berita

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *