
sawitsetara.co – Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) bersama Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) Kementerian Keuangan mengajak generasi muda di Kepulauan Bangka Belitung mengenal lebih dekat potensi perkebunan Indonesia, mulai dari peran kelapa sawit dalam perekonomian nasional hingga peluang pendidikan melalui Beasiswa SDM Perkebunan.
Ajakan tersebut disampaikan melalui kegiatan Customs x BPDP Goes to School yang digelar pada 14–15 Oktober 2026 di SMA Negeri 2 Tanjung Pandan, Kabupaten Belitung, dan SMA Negeri 1 Manggar, Kabupaten Belitung Timur.
Kegiatan ini melibatkan pelajar dari berbagai Sekolah Menengah Atas (SMA), Sekolah Menengah Kejuruan (SMK), serta Sekolah Luar Biasa (SLB) di wilayah Tanjung Pandan dan Manggar. Program tersebut menjadi upaya memperluas wawasan generasi muda mengenai sektor perkebunan sekaligus memperkenalkan peluang kontribusi mereka dalam pengembangan industri perkebunan yang berkelanjutan.
Dalam kegiatan tersebut, Staf Divisi Komunikasi dan Layanan Informasi BPDP, Taufiqurrokhman, membawakan materi bertajuk “Kenal dan Lebih Dekat dengan Perkebunan dan BPDP”.
Melalui penyampaian yang komunikatif dan edukatif, para pelajar diajak memahami bahwa komoditas perkebunan bukan sekadar hasil pertanian, melainkan bagian dari kehidupan sehari-hari yang memiliki nilai ekonomi besar. Produk pangan, kebutuhan rumah tangga, hingga energi terbarukan menjadi contoh pemanfaatan komoditas perkebunan, seperti kelapa sawit, kakao, dan kelapa.
Selain mengenalkan potensi komoditas perkebunan, BPDP menjelaskan perannya dalam mendukung pengembangan sektor perkebunan nasional melalui pengelolaan dana perkebunan.
Dukungan tersebut mencakup berbagai program strategis, antara lain Peremajaan Sawit Rakyat (PSR), pengembangan sarana dan prasarana, peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM), penelitian dan pengembangan, serta promosi perkebunan.
Salah satu program yang diperkenalkan kepada pelajar adalah PSR, yakni program yang membantu pekebun rakyat meremajakan tanaman sawit yang sudah tua atau tidak produktif dengan tanaman baru menggunakan benih unggul bersertifikat.
Melalui peremajaan tersebut, produktivitas kebun diharapkan meningkat tanpa harus membuka lahan baru. Program ini sekaligus menjadi bagian dari upaya memperkuat daya saing perkebunan rakyat dan meningkatkan kesejahteraan pekebun secara berkelanjutan.
Di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, dukungan PSR selama periode 2016–2026 telah menjangkau 1.531 pekebun dengan luas lahan sekitar 2.337 hektare. Total dana yang disalurkan untuk program tersebut mencapai Rp65,9 miliar.
Angka tersebut menunjukkan bahwa pengembangan perkebunan rakyat menjadi salah satu aspek penting dalam upaya pemerintah memperkuat sektor perkebunan, termasuk melalui peningkatan produktivitas dan pemanfaatan lahan yang sudah tersedia.
Tak hanya membahas produktivitas kebun, BPDP juga membuka wawasan pelajar mengenai kesempatan melanjutkan pendidikan melalui Program Pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM) Perkebunan, khususnya Beasiswa SDM Perkebunan Kelapa Sawit.
Dalam pemaparannya, Taufiqurrokhman menjelaskan bahwa industri perkebunan membutuhkan tenaga profesional dari berbagai bidang keahlian. Peluang berkontribusi tidak hanya terbuka bagi lulusan pertanian, tetapi juga bagi mereka yang menekuni teknik mesin, teknologi informasi, akuntansi, agribisnis, teknologi pengolahan hasil pertanian, manajemen, hingga kewirausahaan.
Dengan kebutuhan tenaga kerja yang beragam tersebut, sektor perkebunan berpotensi menjadi ruang pengembangan karier bagi generasi muda dengan latar belakang pendidikan yang berbeda.
Peluang itu juga tercermin dari penyaluran beasiswa di Bangka Belitung. Pada periode 2023–2025, sebanyak 127 mahasiswa asal provinsi tersebut tercatat telah menerima Beasiswa SDM Perkebunan Kelapa Sawit.
Sementara itu, pada 2026, jumlah penerima beasiswa secara nasional meningkat dari 4.000 menjadi 5.000 mahasiswa.
Pengenalan program beasiswa sejak bangku sekolah diharapkan dapat membantu pelajar mempersiapkan pendidikan lanjutan, memilih bidang studi yang sesuai, serta memahami peluang yang tersedia untuk berkontribusi dalam pengembangan industri perkebunan Indonesia.
Dalam kegiatan tersebut, pelajar juga diperkenalkan pada pentingnya penelitian, inovasi, dan pengembangan produk hilir perkebunan untuk menciptakan nilai tambah dari komoditas yang dihasilkan.
Melalui dukungan terhadap penelitian dan promosi, BPDP mendorong pemanfaatan hasil perkebunan menjadi berbagai produk inovatif yang berpotensi membuka peluang usaha baru. Pendekatan ini sekaligus memperkenalkan bahwa masa depan industri perkebunan tidak hanya berkaitan dengan kegiatan budidaya, tetapi juga mencakup teknologi, pengolahan, pemasaran, dan kewirausahaan.
Kegiatan Customs x BPDP Goes to School menjadi bentuk kolaborasi antarinstansi di lingkungan Kementerian Keuangan untuk memperluas edukasi publik, terutama di kalangan pelajar.
Keterlibatan siswa SMA, SMK, dan SLB juga mencerminkan upaya memperluas akses informasi mengenai potensi perkebunan secara inklusif, sehingga semakin banyak generasi muda memiliki kesempatan untuk mengenal sektor strategis tersebut.
Melalui kegiatan ini, BPDP berharap generasi muda tidak hanya memahami peran kelapa sawit dan komoditas perkebunan lainnya dalam perekonomian nasional, tetapi juga terdorong mengambil bagian melalui pendidikan, penelitian, inovasi, dan pengembangan usaha.
Dengan memperkuat literasi sejak dini, sektor perkebunan Indonesia diharapkan mampu melahirkan sumber daya manusia yang kompeten, kreatif, dan siap mendukung pertumbuhan industri yang produktif serta berkelanjutan.


Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *