
sawitsetara.co – Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) membuka peluang baru bagi pelaku usaha, koperasi, UMKM, asosiasi hingga perguruan tinggi untuk mengembangkan produk perkebunan melalui Program Pangan dan Hilirisasi Tahun 2026.
Program perdana ini diperkenalkan BPDP melalui Webinar Sosialisasi Call for Proposal, sebagai langkah awal untuk memberikan pemahaman kepada para pemangku kepentingan mengenai tujuan program sekaligus mekanisme pengajuan proposal.
Direktur Penyaluran Dana Sektor Hilir BPDP, Mohammad Alfansyah, mengatakan program tersebut merupakan bagian dari upaya BPDP memperkuat pengembangan komoditas perkebunan, terutama kelapa sawit, kakao, dan kelapa, melalui peningkatan nilai tambah dan hilirisasi.
“BPDP memiliki banyak sekali kegiatan atau program yang berkaitan dengan perkebunan, terutama sektor kelapa sawit, kakao, dan kelapa. Saat ini menjadi kewajiban BPDP untuk mengembangkan program-program dan pembiayaan yang berkaitan dengan perkebunan,” ujar Mohammad Alfansyah dalam kegiatan sosialisasi tersebut.
Menurutnya, Program Pangan dan Hilirisasi menjadi program baru BPDP yang secara khusus diarahkan untuk mendorong terciptanya nilai tambah dari berbagai produk perkebunan.
“Pada kesempatan kali ini BPDP meluncurkan program baru, yaitu Program Pangan dan Hilirisasi. Hilirisasi dimaksudkan untuk memberikan nilai tambah pada produk, baik itu kelapa sawit, kakao, maupun kelapa, dan juga memberikan dampak yang luas bagi masyarakat,” jelasnya.
Program Perdana, BPDP Buka Ruang Kolaborasi
Mohammad Alfansyah mengakui, Program Pangan dan Hilirisasi merupakan program perdana yang dijalankan BPDP. Karena itu, dalam pelaksanaannya BPDP bersama Komite Pangan dan Hilirisasi masih melakukan proses pembelajaran untuk mendapatkan bentuk program yang semakin baik.
“Memang ini baru program yang pertama. Karena itu, BPDP dibantu oleh Komite Pangan dan Hilirisasi masih dalam konteks belajar dan mencari bentuk yang lebih sempurna dalam menjalankan program ini,” katanya.
Ia menekankan pentingnya masukan dari berbagai pihak agar program tersebut dapat berkembang sesuai kebutuhan di lapangan.
BPDP, lanjutnya, membuka kesempatan bagi masyarakat dan pelaku usaha dari berbagai skala untuk ikut berpartisipasi.
“Kami berharap partisipasi aktif dari seluruh elemen masyarakat untuk dapat berpartisipasi. Tidak harus lembaga besar, skala UMKM pun bisa untuk mengikutinya,” tuturnya.
Dengan demikian, program tersebut tidak hanya menyasar perusahaan atau lembaga berskala besar. UMKM, koperasi, asosiasi, organisasi profesi, lembaga penelitian hingga perguruan tinggi yang memenuhi persyaratan dapat mengajukan proposal.
Proposal Dibuka hingga 30 Oktober 2026
Program Pangan dan Hilirisasi BPDP 2026 dirancang untuk mendukung kegiatan yang mampu meningkatkan nilai tambah komoditas kelapa sawit, kakao, dan kelapa.
Dalam pelaksanaannya, BPDP membuka seleksi proposal bagi badan usaha, termasuk koperasi dan UMKM, asosiasi atau organisasi profesi di bidang perkebunan, serta lembaga penelitian dan perguruan tinggi.
Pengajuan proposal dibuka hingga 30 Oktober 2026 melalui laman resmi Program Pangan dan Hilirisasi BPDP.
Para calon pengusul diminta terlebih dahulu mempelajari panduan teknis program. Panduan tersebut mencakup persyaratan, kriteria pengusul dan kegiatan, format proposal, mekanisme pengajuan, hingga sistem monitoring dan evaluasi.
Kehadiran program baru ini diharapkan membuka ruang kolaborasi yang lebih luas antara BPDP dengan berbagai elemen dalam ekosistem perkebunan.
Dengan melibatkan pelaku usaha dari berbagai skala, hilirisasi komoditas perkebunan diharapkan tidak berhenti pada peningkatan nilai ekonomi produk, tetapi juga mampu menciptakan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat serta memperkuat sektor perkebunan nasional.
Program ini sekaligus menjadi peluang bagi pelaku usaha dan lembaga di sektor perkebunan untuk mengembangkan gagasan hilirisasi yang memiliki nilai tambah dan dampak nyata bagi masyarakat.
Tags:


Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *