KONSULTASI
Logo

Batik Sawit Bedelau Resmi Diluncurkan, Herawati Abdi: Sawit Riau Kini Hadir sebagai Warisan Budaya Bernilai Tinggi

31 Juli 2026
AuthorDwi Fatimah
EditorDwi Fatimah
Batik Sawit Bedelau Resmi Diluncurkan, Herawati Abdi: Sawit Riau Kini Hadir sebagai Warisan Budaya Bernilai Tinggi

sawitsetara.co - PEKANBARU - Kelapa sawit yang selama ini dikenal sebagai komoditas unggulan perkebunan kini tampil dalam wajah baru. Melalui inovasi Batik Sawit Bedelau, sawit tidak lagi hanya menghasilkan produk industri, tetapi juga menjadi bagian dari karya budaya yang memperkaya identitas Provinsi Riau.

Inovasi wastra tersebut resmi diluncurkan dalam acara bertema “Merawat Tradisi, Menginspirasi Negeri” yang digelar di Hotel Pangeran, Pekanbaru, Kamis (30/7/2026). Peluncuran turut dimeriahkan dengan peragaan busana yang menampilkan koleksi batik hasil karya para peserta pelatihan Batik Sawit Bedelau.

Ketua Dharma Wanita Persatuan (DWP) Provinsi Riau, Herawati Abdi, yang hadir dalam kegiatan tersebut menyampaikan apresiasinya terhadap lahirnya inovasi yang menggabungkan kekayaan budaya dengan potensi sumber daya alam lokal.

Menurut Herawati, Batik Sawit Bedelau menjadi bukti bahwa kelapa sawit memiliki nilai tambah yang jauh melampaui sektor perkebunan. Melalui sentuhan kreativitas, komoditas andalan Riau itu mampu bertransformasi menjadi produk budaya yang memiliki nilai ekonomi sekaligus memperkuat identitas daerah.

“Dengan adanya Batik Sawit Bedelau, diharapkan Provinsi Riau memiliki ikon batik baru yang tidak hanya melestarikan tradisi, tetapi juga menginspirasi inovasi berbasis sumber daya lokal,” ujar Herawati.

Apj

Ia menambahkan, pemanfaatan bahan baku lokal dalam industri batik diharapkan mampu meningkatkan daya saing para perajin Riau. Tidak hanya memperluas pasar di dalam negeri, inovasi ini juga membuka peluang bagi batik khas Riau untuk bersaing di pasar internasional sebagai produk kreatif yang ramah lingkungan dan memiliki ciri khas tersendiri.

Keunikan Batik Sawit Bedelau terletak pada penggunaan malam batik berbasis stearin, yakni bahan turunan minyak kelapa sawit, sebagai pengganti parafin konvensional. Inovasi tersebut menghadirkan sejumlah keunggulan, di antaranya kain batik menjadi lebih lentur, tidak mudah retak saat dilipat, serta mampu menghasilkan warna yang lebih cerah.

Selain memberikan kualitas produk yang lebih baik, malam berbasis sawit juga dinilai lebih nyaman digunakan oleh para perajin selama proses membatik. Pemanfaatan produk turunan sawit ini sekaligus menunjukkan bahwa industri kelapa sawit dapat mendukung pengembangan sektor ekonomi kreatif melalui inovasi yang berkelanjutan.

Peluncuran Batik Sawit Bedelau menjadi langkah strategis dalam memperluas pemanfaatan hilirisasi sawit di luar produk pangan dan energi. Kehadirannya diharapkan menjadi simbol kolaborasi antara pelestarian budaya, inovasi teknologi, dan pemberdayaan ekonomi masyarakat, sehingga mampu mengangkat citra Riau sebagai daerah yang kaya akan tradisi sekaligus unggul dalam inovasi berbasis sumber daya lokal.

Tags:

Batik Sawit

Berita Sebelumnya
Harga TBS Mitra Plasma Sumut Turun Tipis, Usia 10–20 Tahun Dipatok Rp3.962,27/Kg

Harga TBS Mitra Plasma Sumut Turun Tipis, Usia 10–20 Tahun Dipatok Rp3.962,27/Kg

Tim Penetapan Harga Tandan Buah Segar (TBS) Kelapa Sawit Produksi Mitra Plasma Provinsi Sumatera Utara menetapkan harga TBS untuk periode 29 Juli–4 Agustus 2026. Penetapan dilakukan berdasarkan rapat tim pada 29 Juli 2026 di Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Sumatera Utara.

30 Juli 2026Harga TBS

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *