KONSULTASI
Logo

Bappenas Dorong IPB Jadi Motor Hilirisasi Sawit Nasional

26 Mei 2026
AuthorHendrik Khoirul
EditorDwi Fatimah
Bappenas Dorong IPB Jadi Motor Hilirisasi Sawit Nasional

sawitsetara.co - JAKARTA — Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas Rachmat Pambudy meminta Institut Pertanian Bogor (IPB) mengambil peran lebih besar dalam transformasi industri sawit nasional.

Menurut dia, pengembangan sektor sawit ke depan tidak lagi cukup mengandalkan ekspor crude palm oil (CPO) maupun tandan buah segar (TBS), tetapi harus bertumpu pada riset, inovasi, dan hilirisasi bernilai tambah tinggi.

Hal itu disampaikan Rachmat saat menerima delegasi IPB yang dipimpin Guru Besar Fakultas Pertanian IPB Prof. Sudrajat di Gedung Bappenas, Jakarta, Senin (25/5/2026). Pertemuan tersebut membahas pengelolaan lahan sawit, penguatan pusat studi sawit, hingga model hilirisasi yang melibatkan perguruan tinggi, pemerintah, dan industri.

“Kami semua mendapat arahan langsung dari Presiden. Khusus sawit ini, paling tidak ada tiga institusi yang mendapat arahan, yaitu kementerian yang menangani lahan dan pendidikan tinggi, kemudian Agrinas, dan saya sebagai Kepala Bappenas, karena kami mendapat tugas untuk menangani hilirisasi sawit. Dari sinilah sebenarnya IPB harus berhubungan dan mengambil peran strategis,” ujar Rachmat.

Sawit Setara Default Ad Banner

Ia menilai IPB memiliki kapasitas untuk menjadi pusat pengembangan ilmu pengetahuan dan inovasi sawit nasional. Menurut dia, potensi sawit Indonesia masih jauh lebih luas dibanding sekadar komoditas ekspor mentah.

“Sudah waktunya kita tidak hanya menjual CPO atau TBS saja. Satu tandan sawit itu bisa menjadi berbagai produk bernilai tinggi. Bisa menjadi lipstik alami, kapsul beta karoten, material komposit, sampai produk industri lainnya,” kata Rachmat.

Ia menambahkan, pemanfaatan teknologi dan riset akan menentukan arah masa depan industri sawit Indonesia. “Sawit itu sangat eksotis kalau diolah dengan ilmu pengetahuan dan teknologi. Karena itu saya ingin pusat studi sawit di IPB dilanjutkan dan diperkuat, meskipun dimulai dari skala kecil, karena dampaknya nanti akan sangat monumental,” ujarnya.

Sawit Setara Default Ad Banner

Selain hilirisasi industri, pemerintah juga mendorong keterlibatan IPB dalam penguatan rantai pasok dan pengembangan koperasi melalui program Koperasi Desa Merah Putih. Menurut Rachmat, kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah, dan pelaku industri diperlukan agar manfaat ekonomi sawit dapat dirasakan langsung masyarakat.

Dalam pertemuan itu, Prof. Sudrajat menjelaskan IPB tengah menyiapkan sejumlah skema kerja sama terkait pengelolaan kebun sawit dan pengembangan ekosistem pendidikan berbasis industri sawit berkelanjutan.

Salah satu opsi yang disiapkan adalah pengelolaan kebun sawit secara profesional dengan melibatkan praktisi industri berpengalaman. Skema tersebut juga akan diintegrasikan dengan kegiatan pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.

Pertemuan Bappenas dan IPB itu menjadi bagian dari upaya pemerintah memperkuat sinergi dengan perguruan tinggi untuk mendorong transformasi sektor sawit nasional menuju industri berbasis inovasi, keberlanjutan, dan nilai tambah tinggi.

Tags:

Hilirisasi

Berita Sebelumnya
Terpilih Sebagai Ketua DPW APKASINDO Babel, Surisman Siap Kawal Harga TBS dan Perkuat Organisasi Petani Sawit

Terpilih Sebagai Ketua DPW APKASINDO Babel, Surisman Siap Kawal Harga TBS dan Perkuat Organisasi Petani Sawit

Ketua DPW APKASINDO Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Surisman, menegaskan komitmennya untuk memperkuat organisasi dan memperjuangkan kepentingan petani sawit swadaya di Bangka Belitung, terutama di tengah kondisi harga tandan buah segar (TBS) yang berfluktuasi dan cenderung tertekan.

25 Mei 2026Berita

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *