KONSULTASI
Logo

Agrinas Dorong Hilirisasi Sawit Rakyat Berbasis Koperasi

18 April 2026
AuthorIbnu
EditorIbnu
Agrinas Dorong Hilirisasi Sawit Rakyat Berbasis Koperasi
HOT NEWS

sawitsetara.co - JAKARTA – Direktur Utama PT Agrinas Palma Nusantara (Persero), Mohammad Abdul Ghani menegaskan bahwa PT Agrinas Palma Nusantara (Persero) menegaskan komitmennya dalam mendorong hilirisasi kelapa sawit rakyat berbasis koperasi sebagai strategi utama memperkuat ekonomi kerakyatan sekaligus mengoptimalkan pemanfaatan lahan negara hasil penertiban kawasan hutan.

Abdul Ghani juga menekankan bahwa momentum kebijakan pemerintah, khususnya penertiban kawasan hutan, harus diikuti dengan langkah konkret untuk menghadirkan nilai tambah ekonomi bagi rakyat.

“Lahan-lahan yang telah kembali ke negara harus dimanfaatkan sebesar-besarnya untuk kemakmuran rakyat. Salah satunya melalui hilirisasi sawit berbasis koperasi agar petani tidak hanya menjadi produsen bahan mentah, tetapi juga pelaku utama dalam rantai nilai industri,” ujar Abdul Ghani dalam keterangan tertulis.


Sawit Setara Default Ad Banner

Potensi Besar Sawit Rakyat

Data menunjukkan luas perkebunan sawit Indonesia mencapai sekitar 16–17 juta hektare, dengan sekitar 41 persen dikelola oleh petani rakyat. Namun demikian, kontribusi petani terhadap nilai tambah industri masih terbatas.

Selain itu, sektor sawit menyerap sekitar 11 juta tenaga kerja dan menjadi salah satu penyumbang devisa terbesar Indonesia. Meski demikian, ketimpangan penguasaan lahan dan praktik ilegal masih menjadi tantangan serius yang perlu dibenahi secara sistemik .

Sehingga dalam hal ini, Abdul Ghani menegaskan, hilirisasi menjadi kunci untuk meningkatkan posisi tawar Indonesia sebagai produsen sawit terbesar dunia.

“Selama ini kita kuat di produksi, tetapi belum optimal dalam pengendalian harga dan nilai tambah. Hilirisasi berbasis koperasi adalah jalan untuk memperbaiki struktur tersebut,” kata Abdul Ghani.

Konsep yang ditawarkan Agrinas Palma Nusantara menempatkan koperasi sebagai aktor utama dalam pengelolaan sawit rakyat. Melalui skema ini, petani didorong untuk terorganisasi dalam koperasi yang mampu mengelola produksi hingga tahap pengolahan awal seperti crude palm oil (CPO).


Sawit Setara Default Ad Banner

Model ini juga membuka peluang pembiayaan investasi untuk pembangunan fasilitas pengolahan, sehingga petani dapat menikmati margin yang lebih besar dari hasil produksinya.

“Jika petani terhimpun dalam koperasi yang kuat, mereka bisa menjual secara kolektif, mendapatkan harga lebih baik, dan bahkan masuk ke tahap pengolahan. Ini akan berdampak langsung pada peningkatan kesejahteraan,” jelas Abdul Ghani.

“Kami percaya hilirisasi berbasis koperasi bukan hanya strategi ekonomi, tetapi juga jalan untuk menghadirkan keadilan bagi petani sawit rakyat serta memperkuat kedaulatan ekonomi nasional,” pungkas Abdul Ghani.



Berita Sebelumnya
Kewajiban DMO untuk Stabilkan Harga MINYAKITA

Kewajiban DMO untuk Stabilkan Harga MINYAKITA

Menteri Perdagangan Budi Santoso menyampaikan, kewajiban distribusi domestic market obligation (DMO) minyak goreng rakyat sebesar minimal 35 persen melalui Perum Bulog dan/atau Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Pangan terbukti efektif menjaga harga minyak goreng di pasar. Minyak goreng yang disalurkan, salah satunya dalam bentuk MINYAKITA.

17 April 2026Berita

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *