
sawitsetara.co – Peremajaan Sawit Rakyat (PSR) kembali memberikan angin segar bagi petani kelapa sawit. Kali ini, tiga kelompok tani di Kecamatan Asam Jujuhan, Kabupaten Dharmasraya, Sumatra Barat, memperoleh alokasi bantuan peremajaan dengan total luas lahan mencapai 223,4881 hektare.
Dukungan pembiayaan sebesar Rp60 juta per hektare membuat total alokasi dana untuk ketiga kelompok tani tersebut mencapai sekitar Rp13,4 miliar. Bantuan ini diharapkan menjadi modal penting bagi petani untuk meremajakan tanaman sawit yang sudah tua sekaligus meningkatkan produktivitas kebun dalam jangka panjang.
Bupati Dharmasraya, Annisa Suci Ramadhani, mengatakan program PSR menjadi salah satu langkah strategis untuk memperbaiki produktivitas perkebunan kelapa sawit rakyat di daerahnya.
“Dengan adanya peremajaan sawit ini, ke depan produktivitas sawit di Dharmasraya bisa lebih baik ke depannya,” kata Annisa melalui keterangan resmi, Senin (2/11/2026).
Adapun tiga kelompok tani yang menerima alokasi program tersebut yakni Kelompok Tani Asam Sakti Sejahtera dengan luas lahan 70,8582 hektare, Kelompok Tani Sungai Gelegah Mandiri seluas 57,7299 hektare, serta Kelompok Tani Sungai Limau Sepakat dengan luas 94,9000 hektare.
Annisa menjelaskan, program PSR dikelola oleh Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP), lembaga pemerintah yang bertugas mengelola dana perkebunan, termasuk untuk mendukung peremajaan perkebunan kelapa sawit milik masyarakat.
Melalui program ini, tanaman sawit yang sudah berusia tua, tidak produktif, maupun menggunakan benih tidak unggul dapat diganti dengan tanaman baru yang memiliki potensi produktivitas lebih baik.
Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Dharmasraya, Lasmiyati, menambahkan bahwa PSR bukan sekadar program penggantian tanaman, tetapi juga menjadi salah satu instrumen untuk meningkatkan produktivitas perkebunan rakyat sekaligus memperbaiki kesejahteraan pekebun.
Menurutnya, pelaksanaan PSR di Dharmasraya tidak hanya terpusat di Kecamatan Asam Jujuhan. Program tersebut juga telah berjalan di sejumlah kecamatan lainnya sehingga manfaat peremajaan dapat menjangkau lebih banyak petani di berbagai wilayah kabupaten.
Dukungan pembiayaan melalui PSR juga dirasakan langsung oleh petani. Ketua Kelompok Tani Asam Sakti Sejahtera, Suhaimi, mengungkapkan bahwa bantuan tersebut sangat berarti bagi pekebun yang ingin melakukan peremajaan, tetapi terkendala kebutuhan modal yang besar.
Ia menilai, tanpa dukungan pemerintah, petani akan menghadapi beban pembiayaan yang tidak ringan apabila harus melakukan replanting secara mandiri.
“Adanya kepedulian dari BPDP ini, tentu sangat membantu kami untuk bisa memulai kembali menanam sawit,” ujar Suhaimi.
Ia berharap dukungan pemerintah daerah terhadap petani kelapa sawit dapat terus berlanjut agar semakin banyak pekebun memperoleh kesempatan memperbarui tanaman, meningkatkan hasil produksi, dan memperbaiki kesejahteraan keluarga.
Dengan alokasi sekitar Rp13,4 miliar untuk 223,4881 hektare lahan, program PSR di Asam Jujuhan diharapkan menjadi investasi jangka panjang bagi perkebunan sawit rakyat Dharmasraya. Bukan hanya memperbarui tanaman yang sudah tidak produktif, tetapi juga membuka peluang bagi petani untuk memperoleh hasil kebun yang lebih optimal pada masa mendatang.
Tags:


Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *