KONSULTASI
Logo

Harga TBS Sawit Sumbar Periode 1–7 September 2026 Tembus Rp4.005 per Kilogram

4 September 2026
AuthorHendrik Khoirul
EditorHendrik Khoirul
Harga TBS Sawit Sumbar Periode 1–7 September 2026 Tembus Rp4.005 per Kilogram

sawitsetara.co - PADANG — Harga tandan buah segar (TBS) kelapa sawit pekebun mitra di Provinsi Sumatera Barat ditetapkan sebesar Rp4.005,47 per kilogram untuk tanaman umur 10–20 tahun pada periode 1–7 September 2026.

Penetapan tersebut tertuang dalam Berita Acara Penetapan Harga TBS Periode I (1–7 September) 2026 yang dikeluarkan Dinas Perkebunan Tanaman Pangan dan Hortikultura Provinsi Sumatera Barat. Rapat penetapan harga digelar pada Rabu (3/9/2026), di Aula Bidang Perkebunan.

Dalam dokumen tersebut, harga rata-rata CPO ditetapkan Rp15.623,61 per kilogram, sedangkan harga inti sawit (kernel) sebesar Rp13.375 per kilogram. Adapun indeks “K” yang digunakan dalam perhitungan mencapai 94,54 persen.

Harga TBS tertinggi berada pada tanaman umur 10–20 tahun, yakni Rp4.005,47 per kilogram. Sementara itu, harga terendah tercatat pada tanaman umur tiga tahun sebesar Rp3.147,43 per kilogram.

Penetapan harga tersebut juga telah memperhitungkan tambahan harga cangkang sebesar Rp17,30 per kilogram. Harga ini berlaku bagi KUD yang bermitra di wilayah Provinsi Sumatera Barat.

apkasindo

Berikut daftar harga TBS sawit Sumatera Barat periode 1–7 September 2026:

Umur 3 tahun: Rp3.147,43/kg

Umur 4 tahun: Rp3.325,66/kg

Umur 5 tahun: Rp3.522,89/kg

Umur 6 tahun: Rp3.637,23/kg

Umur 7 tahun: Rp3.777,68/kg

Umur 8 tahun: Rp3.917,11/kg

Umur 9 tahun: Rp3.994,72/kg

Umur 10–20 tahun: Rp4.005,47/kg

Umur 21 tahun: Rp3.852,58/kg

Umur 22 tahun: Rp3.854,82/kg

Umur 23 tahun: Rp3.787,16/kg

Umur 24 tahun: Rp3.609,94/kg

Umur 25 tahun: Rp3.568,56/kg.

Tags:

harga TBS

Berita Sebelumnya
GAPKI dan PWI Dorong Media Luruskan Persepsi Sawit: Bukan Sekadar Komoditas, tetapi Tanaman Budidaya

GAPKI dan PWI Dorong Media Luruskan Persepsi Sawit: Bukan Sekadar Komoditas, tetapi Tanaman Budidaya

Workshop tersebut tidak hanya membahas posisi sawit dalam perekonomian nasional, tetapi juga menyoroti aspek hukum, keberlanjutan lingkungan, hingga tantangan peningkatan produktivitas pekebun rakyat.

2 September 2026Berita

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *