KONSULTASI
Logo

Harga TBS Sawit Jambi Turun Rp30,2/Kg, Pekebun Terima Rp3.911,53/Kg untuk Usia Tanam 10–20 Tahun

7 Agustus 2026
AuthorHendrik Khoirul
EditorHendrik Khoirul
Harga TBS Sawit Jambi Turun Rp30,2/Kg, Pekebun Terima Rp3.911,53/Kg untuk Usia Tanam 10–20 Tahun


sawitsetara.co - JAMBI – Harga Tandan Buah Segar (TBS) kelapa sawit di Provinsi Jambi kembali mengalami penurunan pada periode 7–13 Agustus 2026. Berdasarkan hasil rapat penetapan harga yang digelar Dinas Perkebunan (Disbun) Provinsi Jambi, harga TBS untuk tanaman menghasilkan usia 10–20 tahun turun sebesar Rp30,2 per kilogram menjadi Rp3.911,53 per kilogram.

Penurunan tersebut membuat harga TBS sawit di awal Agustus kembali terkoreksi, meski masih berada di kisaran Rp3.900 per kilogram untuk kelompok usia tanam produktif.

Selain menetapkan harga TBS, tim penetapan juga menetapkan harga minyak sawit mentah (Crude Palm Oil/CPO) sebesar Rp15.351,60 per kilogram. Sementara itu, harga inti sawit (kernel) diputuskan sebesar Rp14.212,80 per kilogram.

Adapun harga cangkang sawit ditetapkan sebesar Rp16,76 per kilogram dengan indeks K sebesar 93,07 persen.

Harga TBS yang ditetapkan Disbun Jambi berlaku berdasarkan kelompok umur tanaman, mulai dari usia tiga tahun hingga 30 tahun, dengan harga tertinggi tetap berada pada kelompok umur 10–20 tahun sebesar Rp3.911,53 per kilogram.

DPP

Daftar Harga TBS Kelapa Sawit Provinsi Jambi Periode 7–13 Agustus 2026:

Umur 3 tahun: Rp3.249,04/kg

Umur 4 tahun: Rp3.431,17/kg

Umur 5 tahun: Rp3.509,17/kg

Umur 6 tahun: Rp3.604,94/kg

Umur 7 tahun: Rp3.687,38/kg

Umur 8 tahun: Rp3.742,20/kg

Umur 9 tahun: Rp3.828,88/kg

Umur 10–20 tahun: Rp3.911,53/kg

Umur 21 tahun: Rp3.850,52/kg

Umur 22 tahun: Rp3.761,83/kg

Umur 23 tahun: Rp3.724,90/kg

Umur 24 tahun: Rp3.544,88/kg

Umur 25 tahun: Rp3.646,11/kg

Umur 26 tahun: Rp3.530,70/kg

Umur 27 tahun: Rp3.443,65/kg

Umur 28 tahun: Rp3.349,46/kg

Umur 29 tahun: Rp3.246,70/kg

Umur 30 tahun: Rp3.138,12/kg.

Tags:

Harga TBS Jambi

Berita Sebelumnya
Sawit Sumbang 80 Persen Penerimaan Negara di Riau, DJP Soroti Pentingnya Sinergi

Sawit Sumbang 80 Persen Penerimaan Negara di Riau, DJP Soroti Pentingnya Sinergi

Industri kelapa sawit masih menjadi penopang utama penerimaan negara di Provinsi Riau. Hingga pertengahan 2026, sekitar 80 persen penerimaan negara di provinsi tersebut, baik yang berasal dari pajak maupun kepabeanan dan cukai, ditopang oleh aktivitas industri sawit beserta produk turunannya.

6 Agustus 2026Berita

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *