KONSULTASI
Logo

Harga TBS Plasma Riau Periode 13–19 Mei 2026 Naik, Usia 9 Tahun Tembus Rp3.900,46/Kg

12 Mei 2026
AuthorHendrik Khoirul
EditorDwi Fatimah
Harga TBS Plasma Riau Periode 13–19 Mei 2026 Naik, Usia 9 Tahun Tembus Rp3.900,46/Kg

sawitsetara.co - PEKANBARU — Pemerintah Provinsi Riau kembali menetapkan harga Tandan Buah Segar (TBS) kelapa sawit pola kemitraan plasma untuk periode Rabu–Selasa, 13–19 Mei 2026. Berdasarkan hasil penetapan tersebut, harga TBS sawit mengalami kenaikan.

Harga TBS untuk tanaman umur 9 tahun ditetapkan sebesar Rp3.900,46 per kilogram atau naik Rp25,52 per kilogram dibanding periode sebelumnya. Sementara itu, harga tertinggi berada pada kelompok umur 9 tahun, sedangkan kelompok umur 3 tahun tercatat sebesar Rp3.014,39 per kilogram.

Sawit Setara Default Ad Banner

Selain harga TBS, penetapan juga mencantumkan indeks K sebesar 92,08 persen. Adapun harga Crude Palm Oil (CPO) berada di level Rp15.454,71 per kilogram, harga kernel Rp15.096,01 per kilogram, dan harga cangkang Rp17,90 per kilogram. Nilai BOTL tercatat sebesar 1,41 persen.

Daftar Harga TBS Kelapa Sawit Plasma Provinsi Riau Periode 13 – 19 Mei 2026

Umur 3 tahun : Rp3.014,39/Kg

Umur 4 tahun : Rp3.409,75/Kg

Umur 5 tahun : Rp3.611,47/Kg

Umur 6 tahun : Rp3.767,61/Kg

Umur 7 tahun : Rp3.849,62/Kg

Umur 8 tahun : Rp3.895,00/Kg

Umur 9 tahun : Rp3.900,46/Kg

Umur 10–20 tahun : Rp3.880,44/Kg

Sawit Setara Default Ad Banner

Umur 21 tahun : Rp3.820,66/Kg

Umur 22 tahun : Rp3.763,67/Kg

Umur 23 tahun : Rp3.702,48/Kg

Umur 24 tahun : Rp3.635,56/Kg

Umur 25 tahun : Rp3.560,14/Kg

Umur 26 tahun : Rp3.514,57/Kg

Umur 27 tahun : Rp3.468,96/Kg

Umur 28 tahun : Rp3.424,74/Kg

Umur 29 tahun : Rp3.407,67/Kg

Umur 30 tahun : Rp3.393,44/Kg.

Tags:

harga TBS

Berita Sebelumnya
Sawit Terbukti Sebagai Energi Hijau Terbarukan

Sawit Terbukti Sebagai Energi Hijau Terbarukan

Harus diakui bahwa biomassa kelapa sawit sebagai energi hijau terbarukan. Residu yang dihasilkan sektor kelapa sawit Indonesia bukanlah limbah. Residu tersebut adalah bahan baku energi. Kesenjangan antara apa yang saat ini dimanfaatkan dan apa yang sebenarnya dapat dimanfaatkan merupakan salah satu peluang konversi energi terbesar yang belum tergarap di Asia Tenggara.

11 Mei 2026Berita

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *