KONSULTASI
Logo

Tanaman Kelapa Sawit Berdaun Seperti Keris? Itu Ciri Defisiensi Boron

27 Oktober 2025
AuthorHendrik Khoirul
EditorDwi Fatimah
Tanaman Kelapa Sawit Berdaun Seperti Keris? Itu Ciri Defisiensi Boron
HOT NEWS

sawitsetara.co – JAKARTA – Bagi Anda petani sawit, barangkali pernah mengalami tanaman kelapa sawit gugur buah sebelum waktunya, dengan ciri ketidaknormalan kasat mata berupa daun keriting, ujungnya melipat seperti mata pancing, atau berbentuk seperti keris. Karakteristik ini merupakan indikasi tanaman kelapa sawit sedang defisiensi hara boron.

Partnership Support Analyst, Trivenia Nindyasari mengatakan tanaman kelapa sawit membutuhkan unsur hara boron untuk proses pembungaan dan pembentukan buah. Boron juga berperan penting dalam perkembangan sel baru, mengatur keseimbangan nutrisi tanaman, dan meningkatkan laju fotosintesis.

“Oleh karena itu, kekurangan boron dapat berdampak signifikan pada produktivitas tanaman kelapa sawit,” katanya saat menjadi pembicara dalam webinar live bertajuk “Agro Talk” tajaan Astra Agro Lestari pada Kamis (23/10/2025).


puasa

Defisiensi boron sering terjadi pada lahan dengan tanah berpasir dan tanah gambut. Pada masa pembungaan dan pembentukan buah, kekurangan boron dapat meningkatkan aktivitas enzim AIA-Oxidase yang mengurangi kadar hormon asam indol asetat. Hal ini dapat menghambat pertumbuhan dan perkembangan buah, serta menurunkan kualitas buah.

Perempuan pegiat sawit dengan sapaan akrab Nindy ini mengatakan penyebab tanaman kelapa sawit mengalami defisiensi boron bisa jadi karena minimnya unsur hara ini di dalam tanah. Penyebab lainnya juga bisa lantaran tanah mengandung unsur hara Nitrogen terlalu tinggi. Akibatnya terjadi ketidakseimbangan di mana hara boron tertekan.

“Ketika nitrogen di dalam tanah itu terlalu tinggi, maka boronnya akan rendah karena tidak bisa terserap,” kata dia.

puasa

Untuk mengatasi gejala tanaman kelapa sawit mengalami defisiensi hara boron, Nindy menyarankan agar dilakukan pengaplikasian Pupuk Borat untuk meningkatkan kadar boron dalam tanah sesuai rekomendasi pupuk. Pupuk tersebut diaplikasikan dekat dengan pangkal batang. Selain itu diperlukan pula evaluasi dosis pupuk Nitrogen.

“Solusinya adalah dengan menambahkan pupuk borat untuk meningkatkan kadar boron dalam tanah sesuai rekomendasi pupuk. Lalu, bisa juga diaplikasikannya, yaitu di dekat pangkal batang ya. Nah, yang terakhir juga bisa mengevaluasi dosis pupuk nitrogennya,” kata dia.


Berita Sebelumnya
Terbitnya PP45/2025 Timbulkan Ketidakpastian Hukum

Terbitnya PP45/2025 Timbulkan Ketidakpastian Hukum

Terbitnya Peraturan Pemerintah (PP) No. 45 Tahun 2025 sebagai revisi atas PP No. 24 Tahun 2021 memicu gelombang kritik tajam dari kalangan akademisi hingga petani sawit. Regulasi yang mengatur sanksi administratif dan Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) di sektor kehutanan ini dinilai tidak hanya menimbulkan ketidakpastian hukum, tetapi juga berpotensi mengancam keberlanjutan ekonomi masyarakat di daerah penghasil sawit.

26 Oktober 2025 | Berita

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *