KONSULTASI
Logo

Beasiswa SDM Sawit 2026: Tes Akademik hingga Pengetahuan Sawit Jadi Penentu Kelulusan

24 Juni 2026
AuthorHendrik Khoirul
EditorDwi Fatimah
Beasiswa SDM Sawit 2026: Tes Akademik hingga Pengetahuan Sawit Jadi Penentu Kelulusan

sawitsetara.co - JAKARTA — Pendaftaran beasiswa SDM Sawit 2026 telah ditutup pada 20 Juni 2026, selamat kepada pendaftar yang dinyatakan lulus administrasi. Untuk selanjutnya, para calon penerima beasiswa SDM Sawit akan mengikuti proses seleksi melalui tes pada Juli mendatang.

Nantinya akan ada tes akademik dan psikotes berupa tes potensi akademik (TPA) serta logika, serta tes pengetahuan sawit. Kemudian ada pula tes wawancara: Sesi tanya jawab untuk menilai motivasi calon penerima beasiswa, latar belakang keluarga (jika dari keluarga petani/pekebun), serta komitmen mereka untuk berkontribusi memajukan industri sawit Indonesia setelah lulus.

Tahap seleksi tersebut menjadi bagian penting dalam menjaring calon penerima beasiswa yang benar-benar siap berkontribusi di sektor kelapa sawit. Selain kemampuan akademik, pemahaman dasar tentang industri sawit juga menjadi salah satu fokus penilaian.

Sawit Setara Default Ad Banner

Salah satu penerima Beasiswa SDM Sawit 2025, Muhammad Farhan, mahasiswa Jurusan Teknik Informatika di Politeknik Caltex Riau, membagikan pengalamannya dalam menghadapi proses seleksi yang cukup ketat. Ia menekankan pentingnya ketelitian sejak tahap awal pendaftaran.

“Yang paling penting itu sebenarnya dari awal kita harus paham jalur pendaftaran yang kita pilih. Jangan sampai salah jalur, karena itu bisa langsung gugur di tahap administrasi,” ujar Farhan kepada sawitsetara.co, Maret lalu.

Menurut Farhan, keseriusan peserta dalam memilih bidang yang sesuai dengan sektor sawit juga menjadi perhatian dalam proses seleksi. Hal tersebut bisa terlihat dari latar belakang pendidikan maupun pengalaman yang dimiliki peserta.

Ia juga menilai bahwa tahap wawancara merupakan salah satu penentu utama kelulusan. Pada tahap ini, peserta akan diuji secara lebih mendalam mengenai motivasi dan tujuan mengikuti program.

“Di wawancara biasanya ditanya tujuan kita, kenapa pilih sawit, jadi jawabannya harus jelas dan sesuai dengan kondisi kita,” ungkapnya.

Sawit Setara Default Ad Banner

Ia menegaskan bahwa konsistensi antara dokumen pendaftaran, tujuan, dan jawaban saat wawancara menjadi faktor pembeda antara peserta yang lolos dan tidak lolos seleksi.

Menutup keterangannya, Farhan menekankan pentingnya memiliki tujuan yang jelas sebelum mendaftar. Menurutnya, peserta yang memiliki arah dan visi kontribusi yang kuat di sektor sawit akan lebih menonjol dalam proses seleksi.

“Yang lolos itu biasanya yang punya arah dan tahu mau berkontribusi seperti apa di sektor sawit,” pungkasnya.

Dengan berakhirnya tahap pendaftaran, para peserta kini bersiap menghadapi rangkaian tes seleksi lanjutan yang akan menentukan kelulusan sebagai penerima Beasiswa SDM Sawit 2026.

Tags:

Beasiswa SDM Sawit 2026

Berita Sebelumnya
Pemerintah Pertahankan Harga Minyakita Rp15.700 per Liter, Prabowo Utamakan Akses Minyak Goreng Murah bagi Rakyat

Pemerintah Pertahankan Harga Minyakita Rp15.700 per Liter, Prabowo Utamakan Akses Minyak Goreng Murah bagi Rakyat

Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI, Muhammad Qodari, mengatakan Presiden Prabowo Subianto menempatkan keterjangkauan kebutuhan pokok sebagai prioritas utama di tengah berbagai tantangan ekonomi yang dihadapi masyarakat.

23 Juni 2026Berita

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *