
sawitsetara.co - BANGKA BELITUNG - Ketua DPW APKASINDO Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Surisman, menegaskan komitmennya untuk memperkuat organisasi dan memperjuangkan kepentingan petani sawit swadaya di Bangka Belitung, terutama di tengah kondisi harga tandan buah segar (TBS) yang berfluktuasi dan cenderung tertekan.
Menurut Surisman, amanah sebagai Ketua DPW APKASINDO Babel merupakan tanggung jawab moral yang harus dijaga demi kepentingan ribuan petani sawit di daerah tersebut.
“Amanah ini bagi saya adalah tanggung jawab moral, bukan sekadar jabatan. Maknanya adalah kepercayaan ribuan petani sawit swadaya di Babel yang harus saya jaga dan perjuangkan,” ujar Surisman.

Ia mengatakan, ke depan dirinya berkomitmen membangun organisasi yang lebih solid mulai dari tingkat DPW hingga kelompok tani di desa. Menurutnya, komunikasi rutin, transparansi program, dan kehadiran pengurus di tengah anggota menjadi kunci utama memperkuat organisasi.
“Organisasi kuat kalau pengurusnya hadir dan anggota merasa dilindungi,” katanya.
Dalam masa kepemimpinannya, Surisman membawa visi menjadikan APKASINDO Babel sebagai organisasi petani sawit yang mandiri, sejahtera, dan diperhitungkan. Ia menyebut terdapat tiga prioritas utama yang akan dijalankan, yakni mengawal harga TBS yang adil dan transparan, mempercepat program Peremajaan Sawit Rakyat (PSR), serta memperkuat struktur organisasi hingga tingkat desa.
Secara tidak langsung, Surisman menilai masih banyak petani yang belum memahami program pemerintah seperti PSR. Selain itu, lemahnya konsolidasi organisasi di beberapa kabupaten juga menjadi tantangan yang harus segera dibenahi.
Untuk mengatasi persoalan tersebut, ia menegaskan pihaknya akan memperkuat komunikasi dengan pemerintah dan perusahaan, memperbanyak sosialisasi ke desa-desa, serta mengaktifkan kembali DPD kabupaten yang dinilai kurang aktif melalui pendampingan intensif.

Di tengah kondisi harga TBS yang tidak stabil, Surisman menegaskan langkah pertama yang akan dilakukan adalah memastikan perusahaan menerapkan formula harga sesuai Peraturan Gubernur dan Permendag yang berlaku.
“Kami akan bentuk tim advokasi di DPW APKASINDO Babel untuk menerima laporan dan memfasilitasi mediasi jika ada pelanggaran,” tegasnya.
Selain itu, ia juga mendorong pemerintah provinsi membentuk tim pemantau harga independen agar tidak terjadi permainan potongan harga di tingkat pabrik.
Surisman pun mengajak seluruh petani sawit di Bangka Belitung untuk tetap optimistis menghadapi tantangan industri sawit saat ini. Ia menilai sawit masih menjadi tulang punggung ekonomi masyarakat Bangka Belitung.
Ia menambahkan, petani perlu menjaga kualitas buah, merawat kebun dengan baik, dan bergabung dalam kelompok tani agar memiliki posisi tawar yang lebih kuat.
Sementara kepada pemerintah, Surisman berharap pengawasan terhadap harga TBS dapat dilakukan secara tegas dan transparan demi menjaga stabilitas harga di tingkat petani.
“Pemerintah harus hadir sebagai penengah yang adil antara petani dan perusahaan,” pungkasnya.
Tags:



Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *