KONSULTASI
Logo

Tandan Kosong Sawit Dibidik Jadi Bahan Baku Bioetanol Generasi Kedua

21 Agustus 2026
AuthorHendrik Khoirul
EditorHendrik Khoirul
Tandan Kosong Sawit Dibidik Jadi Bahan Baku Bioetanol Generasi Kedua

sawitsetara.co - JAKARTA — Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) bersama PT Pertamina (Persero) menjajaki pengembangan bioetanol generasi kedua (2G) berbahan tandan kosong kelapa sawit (TKKS).

Pengembangan ini menjadi bagian dari upaya pemerintah mengembangkan teknologi energi berbasis sumber daya domestik. Pembahasannya berlangsung dalam pertemuan Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Brian Yuliarto dengan Wakil Direktur Utama Pertamina Oki Muraza beserta jajaran pada Rabu (19/8/2026).

Dalam pertemuan itu, Brian membawa hasil penjajakan teknologi dengan Praj Industries dari India. Perusahaan tersebut menawarkan teknologi dan opsi pembangunan pilot plant berskala kecil.

Teknologi itu akan dikaji lebih lanjut dari sisi teknis, kebutuhan investasi, keekonomian, dan peluang penerapannya di Indonesia.

“Kita coba dulu dalam skala kecil, supaya kita bisa memahami betul parameter tandan kosong kelapa sawit Indonesia dan memastikan bahwa inovasi yang dikembangkan benar-benar dapat memberikan nilai tambah bagi sumber daya yang kita miliki,” ujar Brian.

apkasindo

Menurut Brian, Indonesia memiliki potensi TKKS yang besar. Bahan bakunya berasal dari berbagai sentra perkebunan, termasuk perkebunan rakyat.

Pemanfaatan TKKS sebagai bahan baku bioetanol dapat meningkatkan nilai tambah hasil samping industri kelapa sawit. Pengembangan ini juga tidak membutuhkan pembukaan lahan baru.

Pengolahan TKKS menjadi bioetanol sejalan dengan agenda pemerintah di bidang ketahanan energi, hilirisasi, dan optimalisasi sumber daya domestik yang menjadi bagian dari Asta Cita Presiden dan Wakil Presiden.

Pemerintah berharap penguasaan teknologi energi berbasis sumber daya dalam negeri dapat memperkuat kemandirian energi sekaligus menciptakan nilai ekonomi baru.

Pertamina dalam pertemuan itu menyampaikan pengalaman riset mengenai pemanfaatan TKKS. Perusahaan tersebut telah mengembangkan teknologi bersama sejumlah mitra, termasuk teknologi pre-treatment dan enzim.

Pengolahan TKKS masih menghadapi sejumlah tantangan. Karena itu, penguasaan teknologi menjadi faktor penting dalam pengembangan industri bioetanol berbasis limbah sawit.

“Tujuan kami, kalau bisa kita punya teknologi sendiri. Kita punya potensi bahan baku yang besar, sehingga teknologinya juga perlu kita kuasai,” kata Oki.

apkasindo

Selain teknologi, kesinambungan bahan baku menjadi perhatian. TKKS tersebar di berbagai wilayah sentra kelapa sawit. Kondisi ini membuat sistem pengumpulan, penetapan harga, dan distribusi perlu disiapkan sejak awal.

Tata kelola bahan baku juga harus memperhatikan kepentingan masyarakat dan pelaku usaha di sepanjang rantai pasok. Dengan begitu, pemanfaatan TKKS dapat memberikan manfaat ekonomi yang adil bagi pihak yang menyediakan bahan baku.

Kemdiktisaintek dan Pertamina membuka peluang kerja sama dengan perguruan tinggi dan lembaga riset. Kolaborasi tersebut akan diarahkan untuk memperkuat teknologi, tata kelola bahan baku, model bisnis, dan sistem logistik.

Pemerintah ingin pengembangan teknologi tidak berhenti pada tahap riset. Teknologi tersebut diharapkan dapat berlanjut ke tahap hilirisasi dan penerapan industri.

Melalui kolaborasi pemerintah, perguruan tinggi, lembaga riset, dan industri, TKKS diharapkan tidak lagi sekadar menjadi hasil samping industri sawit. Bahan tersebut dapat diolah menjadi sumber energi sekaligus menciptakan nilai tambah bagi perekonomian dan ketahanan energi nasional.

Tags:

limbah sawitBerita Sawit

Berita Sebelumnya
Hilirisasi Jalan Bagi Petani Sawit “Naik Kelas” dan Lebih Sejahtera

Hilirisasi Jalan Bagi Petani Sawit “Naik Kelas” dan Lebih Sejahtera

Kini, hilirisasi menjadi salah satu topik yang semakin sering didiskusikan dalam berbagai forum publik dari lingkup pemerintahan hingga berbagai lapisan masyarakat Indonesia. Saat ini, hilirisasi bahkan telah menjadi salah satu agenda prioritas dalam transformasi ekonomi dan pembangunan nasional.

20 Agustus 2026Berita

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *