
sawitsetara.co - PEKANBARU - Potensi energi terbarukan dan hilirisasi perkebunan di Provinsi Riau kian mencuri perhatian internasional. Kali ini, langkah konkret datang dari Konsulat Jenderal Singapura yang secara khusus menemui Pemerintah Provinsi Riau guna membahas rencana ekspansi investasi di Bumi Lancang Kuning, Kamis (12/2/2026).
Pertemuan strategis yang digelar di Ruang Transit Kantor Gubernur Riau itu mempertemukan Asisten II Sekretariat Daerah Provinsi (Setdaprov) Riau, Helmi D, dengan Konjen Singapura, Gavin Ang. Diskusi tak sekadar membangun hubungan diplomatik, melainkan langsung mengerucut pada peluang bisnis konkret yang siap ditawarkan kepada investor Negeri Singa.
Dalam pertemuan tersebut, Helmi menegaskan bahwa Riau tengah mendorong dua sektor unggulan yakni hilirisasi industri kelapa sawit dan pengembangan energi baru terbarukan melalui Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS). Menurutnya, kedua sektor ini memiliki prospek jangka panjang seiring tren global menuju ekonomi hijau dan peningkatan nilai tambah komoditas.
“Kami membuka pintu selebar-lebarnya. Potensi turunan kelapa sawit serta pengembangan panel surya atau PLTS menjadi poin utama yang kami tawarkan agar dibawa ke meja investor di Singapura,” ujar Helmi.
Ia menekankan, Riau tidak ingin terus bergantung pada ekspor bahan mentah. Hilirisasi menjadi kunci agar komoditas perkebunan, khususnya sawit, dapat diolah menjadi produk turunan bernilai tinggi seperti oleokimia, bioenergi, hingga produk pangan dan kosmetik.
“Kami membutuhkan mitra strategis yang mampu membawa teknologi dan investasi untuk mengolah bahan mentah menjadi produk bernilai tambah. Masuknya investor asing diharapkan tak hanya meningkatkan realisasi investasi, tetapi juga menyerap tenaga kerja lokal serta mentransfer teknologi industri,” tambahnya.
Di sektor energi, pengembangan PLTS dinilai sangat potensial mengingat luasnya lahan dan tingginya intensitas matahari di Riau. Proyek ini juga selaras dengan komitmen global pengurangan emisi karbon dan transisi menuju energi bersih.
Sementara itu, Gavin Ang memandang Riau sebagai wilayah yang sangat strategis secara geografis dan ekonomi. Kedekatan dengan Singapura serta posisinya sebagai pusat pertumbuhan di Sumatera daratan menjadi daya tarik tersendiri bagi investor.
“Riau dipandang sebagai hub atau pusat bagi Sumatera daratan. Banyak peluang pembangunan yang bisa dikerjasamakan, mulai dari ekonomi hingga pariwisata. Kami akan mempelajari skema terbaik dan segera membawa investor untuk melihat langsung peluang ini,” jelas Gavin.
Pertemuan ini menjadi sinyal kuat bahwa Riau semakin diperhitungkan dalam peta investasi kawasan. Jika rencana ekspansi ini terealisasi, bukan hanya angka investasi yang terdongkrak, tetapi juga akselerasi transformasi ekonomi daerah menuju industri berbasis hilirisasi dan energi hijau.


Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *