
sawitsetara.co - JAKARTA – Implementasi mandatori biodiesel B50 yang resmi dimulai pada 1 Juli 2026 memunculkan harapan baru bagi petani kelapa sawit.
Peningkatan kebutuhan minyak sawit untuk biodiesel diyakini dapat memperkuat harga minyak kelapa sawit mentah (crude palm oil/CPO), yang pada akhirnya diharapkan berdampak pada kenaikan harga tandan buah segar (TBS) di tingkat petani.
Namun, setelah hampir tiga pekan berjalan, kenaikan harga TBS yang signifikan masih belum sepenuhnya terlihat.
Pakar pertanian Institut Pertanian Bogor (IPB) Prima Gandhi menilai implementasi B50 berpotensi memperkuat harga CPO melalui peningkatan permintaan domestik yang berkelanjutan.
“Mandatori B50 jelas meningkatkan serapan CPO domestik karena sebagian pasokan dialihkan dari ekspor ke biodiesel sehingga menjadi katalis kenaikan harga CPO,” kata Prima kepada ANTARA di Jakarta, Sabtu (18/7/2026).
Menurut Prima, meningkatnya serapan CPO untuk kebutuhan biodiesel dapat mengurangi pasokan untuk pasar ekspor sehingga menjadi faktor yang mendorong penguatan harga CPO nasional. Penguatan harga CPO tersebut berpotensi memberikan dampak positif terhadap harga TBS petani apabila tata niaga berjalan secara efektif.
Namun, ia mengingatkan besarnya manfaat yang diterima petani tetap dipengaruhi sejumlah faktor lain, termasuk kebijakan pungutan ekspor dan mekanisme pembentukan harga TBS di tingkat produsen. Prima juga menilai implementasi B50 merupakan langkah strategis untuk memperkuat ketahanan energi nasional sekaligus mendorong hilirisasi industri sawit.
Pandangan serupa disampaikan Ketua Umum Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI) Eddy Martono. Eddy menilai berkurangnya ekspor akibat peningkatan konsumsi domestik justru berpotensi mengerek harga minyak sawit.
“Kalau implementasi B50 menyebabkan ekspor berkurang, yang terjadi justru kenaikan harga minyak nabati dunia termasuk minyak sawit apabila suplai minyak nabati lain stagnan atau berkurang. Ini justru akan meningkatkan harga CPO dalam negeri, ujung-ujungnya harga TBS petani juga akan naik,” ujar Eddy kepada Kontan pada Kamis (2/7/2026).
Menurut Eddy, berkurangnya pasokan minyak sawit di pasar ekspor dapat memperketat ketersediaan minyak nabati global dan mendorong kenaikan harga CPO internasional. Dampak lanjutan dari kondisi tersebut berpotensi meningkatkan harga CPO domestik dan harga TBS petani.
Meski demikian, GAPKI mengingatkan potensi kenaikan harga tersebut dapat terhambat apabila pemerintah kembali menaikkan pungutan ekspor (PE) CPO untuk mendanai program biodiesel.
“Tetapi kalau kemudian pungutan ekspor berkurang kemudian PE dinaikkan lagi, maka ini yang akan menekan harga CPO dalam negeri, juga harga TBS petani,” kata Eddy.
Senada dengan itu, Ketua Umum DPP APKASINDO Dr. Ir. Dr. Gulat Medali Emas Manurung, MP., C.IMA., C.APO, menyatakan pihaknya mendukung penuh program B50 yang dijalankan pemerintah. Namun, menurutnya, keberhasilan program tersebut harus diikuti dengan peningkatan harga TBS yang benar-benar dirasakan petani.
Dalam sambutannya pada penutupan Pelatihan Budidaya Kelapa Sawit Angkatan I–V yang diselenggarakan PT Pusat Perkebunan Berkelanjutan Setara Indonesia (Bestari) di Novotel Pekanbaru, Sabtu (11/7/2026), Dr. Gulat menjelaskan bahwa dampak B50 terhadap harga TBS memang belum langsung terlihat karena industri masih menghabiskan stok biodiesel B40.
“Kenapa belum naik? Ternyata serapan CPO untuk program B50 baru akan efektif dalam dua bulan ke depan karena masih menghabiskan stok lama B40. Jadi serapan CPO belum maksimal,” ujar Dr. Gulat.
Ia menjelaskan, ketika serapan CPO untuk B50 telah berjalan penuh, hukum permintaan dan penawaran akan bekerja sehingga harga CPO berpeluang meningkat dan diikuti kenaikan harga TBS petani.
“Semakin banyak permintaan sementara persediaan tetap, maka harga CPO akan naik. Kalau harga CPO terdongkrak, harga TBS petani sawit juga ikut terdongkrak,” katanya.
Sejauh ini, sejumlah daerah memang mulai mencatat perbaikan harga TBS dibandingkan periode sebelumnya. Namun, kenaikan tersebut belum dapat sepenuhnya dikaitkan dengan implementasi B50.
Tags:


Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *