KONSULTASI
Logo

SBRC IPB Tunjukkan Peluang Hilirisasi Sawit Skala UMKM

20 Februari 2026
AuthorIbnu
EditorIbnu
SBRC IPB Tunjukkan Peluang Hilirisasi Sawit Skala UMKM
HOT NEWS

sawitsetara.co - BOGOR – Pelaku usaha mikro, kecil, dan Menengah (UMKM) bersama sejumlah jurnalis menyaksikan langsung proses pembuatan produk turunan kelapa sawit di kantor Surfactant and Bioenergy Research Center (SBRC) IPB, Bogor. Kunjungan ini menjadi bagian dari rangkaian Workshop Media Temu UKMK dan Promosi Sawit Baik 2026.

Peneliti SBRC, Neli Muna, memandu demonstrasi pembuatan sabun melalui metode hard process dan soft process, serta praktik pembuatan biodiesel. Peserta tampak antusias mengikuti setiap tahapan, mulai dari pencampuran bahan hingga proses pematangan produk.

“Kami memang tidak hanya fokus pada produk pangan. SBRC lebih menitikberatkan riset surfaktan dan bioenergi. Namun karena surfaktan juga banyak digunakan dalam produk pangan, kami ikut mengembangkan turunannya,” ujar Neli.

SBRC berada di bawah naungan IPB dan kini beroperasi di bawah lembaga riset internasional IPB setelah restrukturisasi kelembagaan. Pusat riset ini mengembangkan beragam inovasi berbasis sawit, mulai dari sabun, hand sanitizer, hingga biodiesel.

Tak hanya itu, Neli juga memperkenalkan sejumlah produk inovatif lain, seperti bumbu rendang berbasis sawit serta produk pelatihan hewan “GoCat” untuk membantu melatih kucing agar tidak buang kotoran sembarangan. Bahkan, riset serupa juga menyasar pengendalian serangga seperti kecoa.


Promosi ssco

Menurut Neli, banyak produk turunan sawit sebenarnya dapat diproduksi dalam skala rumahan dengan teknologi sederhana. “Prinsipnya, selama kita memahami formulasi dan prosesnya, UMKM bisa masuk ke sini,” kata dia.

Sementara itu, Analis Divisi usaha kecil, mikro, dan koperasi (UKMK) Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP), Anwar Sadat, menegaskan pihaknya telah lama bekerja sama dengan SBRC untuk mendorong hilirisasi sawit oleh UMKM.

“Selama ini produk seperti sabun atau biodiesel lebih banyak diproduksi perusahaan besar. Kami ingin menunjukkan bahwa pelaku UKMK juga bisa memproduksi dan mengembangkannya,” ujarnya.


Promosi ssco

Anwar menjelaskan, BPDP tidak ingin kegiatan ini berhenti pada tahap pengenalan. Pihaknya akan mendata peserta yang berminat mengembangkan produk tertentu, lalu memfasilitasi pelatihan lanjutan, mulai dari teknik produksi, pengemasan, hingga pemasaran.

“Nanti kami lihat siapa yang serius, produk mana yang bisa ditingkatkan skalanya atau bahkan dikreasikan menjadi produk baru, selama berbasis sawit. Sekarang kami juga mulai memperluas ke kakao dan kelapa,” kata dia.

BPDP juga membuka peluang dukungan promosi melalui pameran dan business matching dengan calon pembeli. “Harapannya, tahun ini sudah ada UMKM yang benar-benar berdaya saing,” tambah Anwar.

Dalam sambutannya, Pemimpin Redaksi Majalah Hortus Archipelago, Suharno, mengatakan kunjungan ke SBRC bertujuan memperluas wawasan peserta mengenai potensi hilirisasi sawit.

“Kami ingin peserta melihat langsung cara membuat produk yang bisa dikembangkan UMKM, seperti sabun dan hand sanitizer. Jadi jangan khawatir kalau punya ide kreatif. Dari minyak goreng atau CPO pun bisa jadi produk bernilai tambah,” ujarnya.

Kegiatan ini menegaskan bahwa sawit tidak hanya identik dengan minyak goreng. Melalui riset dan pendampingan, komoditas strategis tersebut dapat melahirkan beragam produk inovatif yang membuka peluang usaha baru bagi UMKM.



Berita Sebelumnya
Pengembangan Inovasi Dorong Daya Saing Produk Hilir Berbasis Sawit

Pengembangan Inovasi Dorong Daya Saing Produk Hilir Berbasis Sawit

Subholding PTPN III (Persero), PTPN IV PalmCo menyebut pentingnya pengembangan inovasi yang relevan bagi perusahaan agar bisa mendorong daya saing produk-produk hilir berbasis kelapa sawit serta komoditas perkebunan.

| Berita

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *