KONSULTASI
Logo

PSR Sumsel Digenjot Lagi: Target 3.600 Hektare pada 2026

20 April 2026
AuthorHendrik Khoirul
EditorDwi Fatimah
PSR Sumsel Digenjot Lagi: Target 3.600 Hektare pada 2026

sawitsetara.co - PALEMBANG — Dinas Perkebunan Sumatra Selatan kembali mematok target ambisius untuk program peremajaan sawit rakyat (PSR) pada 2026. Setelah fluktuasi realisasi dalam beberapa tahun terakhir, pemerintah daerah berupaya mengakselerasi distribusi program dengan target mencapai 3.600 hektare.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Perkebunan Sumsel, Ichwansyah, mengatakan alokasi PSR tahun ini akan tersebar di delapan kabupaten dengan luasan yang bervariasi. Fokus terbesar diarahkan ke dua wilayah sentra sawit, yakni Musi Banyuasin dan Ogan Komering Ilir (OKI).

“Alokasi terbesar berada di Kabupaten Musi Banyuasin dan Ogan Komering Ilir (OKI), masing-masing seluas 1.000 ha,” kata Ichwansyah dikutip Bisnis.com, Senin (20/4/2026).

Sawit Setara Default Ad Banner

Selain dua daerah tersebut, program PSR juga akan digulirkan di Ogan Komering Ulu, Banyuasin, Muara Enim, dan Musi Rawas Utara, yang masing-masing mendapat jatah 300 hektare. Sementara sisanya dibagi ke Musi Rawas dan Lahat.

“Sisanya itu di dua kabupaten yaitu Musi Rawas 150 ha dan Lahat 250 ha,” ujarnya.

Target baru ini muncul di tengah evaluasi panjang pelaksanaan PSR selama hampir satu dekade terakhir. Data Dinas Perkebunan Sumsel mencatat, sejak 2017 hingga 2025, total rekomendasi teknis (rekomtek) PSR telah mencapai 75.016 hektare. Namun, tidak seluruhnya berjalan mulus.

Dari total tersebut, sekitar 1.884 hektare tercatat batal direalisasikan karena peserta mengundurkan diri. Sementara itu, sebagian besar lahan telah memasuki tahapan teknis, meski belum semuanya tuntas hingga penanaman.

Ichwansyah merinci, seluas 67.395 hektare telah melalui proses tumbang dan pencacahan (chipping), dengan 66.015 hektare di antaranya sudah ditanami kembali. Namun, masih terdapat 1.380 hektare yang telah di-chipping tetapi belum ditanam.

“Dari total rekomtek, realisasi tanam sudah 66.015 ha dan terdapat anggota mengundurkan diri, belum melakukan chipping, serta ada areal yang belum tanam padahal sudah chipping,” imbuhnya.

Sawit Setara Default Ad Banner

Secara spasial, realisasi PSR paling dominan berada di OKI yang mencapai 37.074 hektare, disusul Musi Banyuasin 21.665 hektare. Dua wilayah ini memang menjadi episentrum pengembangan sawit rakyat di Sumsel.

Kabupaten lain mencatat angka yang lebih kecil, seperti Muara Enim 6.389 hektare, Musi Rawas 2.561 hektare, Banyuasin 1.988 hektare, OKU 1.950 hektare, Lahat 1.913 hektare, Musi Rawas Utara 999 hektare, serta Prabumulih 473 hektare.

Meski capaian kumulatif terlihat besar, tren tahunan menunjukkan dinamika yang tidak stabil. Pada fase awal program, realisasi PSR meningkat signifikan, dari 6.343 hektare pada 2017 menjadi 9.412 hektare pada 2018 dan mencapai puncaknya di 2019 dengan 13.103 hektare.

Namun, setelah itu grafik mulai berfluktuasi. Realisasi pada 2020 tercatat 12.377 hektare, lalu turun drastis menjadi 6.924 hektare pada 2021. Tahun berikutnya kembali naik ke 10.168 hektare dan mencapai 11.639 hektare pada 2023.

Penurunan tajam terjadi dalam dua tahun terakhir. Pada 2024, realisasi anjlok menjadi 3.408 hektare, bahkan semakin turun pada 2025 yang hanya mencapai 1.636 hektare.

Kondisi ini menjadi tantangan tersendiri bagi pemerintah daerah untuk menjaga konsistensi program yang selama ini menjadi salah satu instrumen penting dalam meningkatkan produktivitas kebun rakyat.

Dengan target baru 3.600 hektare pada 2026, Dinas Perkebunan Sumsel tampaknya tidak hanya berfokus pada ekspansi luasan, tetapi juga memperbaiki bottleneck pelaksanaan di lapangan—mulai dari partisipasi petani, proses teknis, hingga percepatan tanam pasca-chipping.

Tags:

PSR

Berita Sebelumnya
Kelapa Sawit, Energi Masa Depan Indonesia

Kelapa Sawit, Energi Masa Depan Indonesia

kelapa sawit tidak hanya untuk biodiesel yang sebentar lagi B50, tapi juga bisa diolah menjadi bensin sawit atau (Bensa) serta etanol.

19 April 2026Berita

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *