
sawitsetara.co - Petani kelapa sawit yang tergabung dalam DPD Asosiasi Petani Kelapa Sawit Indonesia (APKASINDO) Kabupaten Sanggau, Kalimantan Barat, mulai melakukan perjalanan darat menuju Ibu Kota Nusantara (IKN), Kalimantan Timur, Senin (24/8/2026).
Keberangkatan rombongan petani sawit tersebut dilakukan untuk mengikuti International Oil Palm Smallholder (IOPS) Forum 2026 yang akan berlangsung pada 27–29 Agustus 2026 di IKN.
Rombongan petani peserta IOPS Forum 2026 dilepas secara langsung oleh Wakil Bupati Sanggau, Suzzana Herpena, di halaman Kantor Bupati Sanggau, Senin.
Pelepasan tersebut menjadi bentuk dukungan pemerintah daerah terhadap keterlibatan petani sawit Sanggau dalam forum internasional yang mempertemukan petani sawit dari berbagai negara.
Dalam perjalanan menuju IKN, rombongan utama membawa sejumlah petani peserta forum. Di belakang rombongan tersebut, satu kendaraan lainnya turut menyusul yang membawa Ketua Dewan Pembina APKASINDO Kalimantan Barat, Wakil Ketua Bidang Kerja Sama, serta Sekretaris APKASINDO Kalimantan Barat.
Rombongan diperkirakan tiba di IKN pada Rabu (26/8/2026) siang, setelah menempuh perjalanan darat dari Kabupaten Sanggau menuju Kalimantan Timur.
IOPS Forum 2026 sendiri digelar DPP APKASINDO dengan dukungan Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP). Forum tersebut akan mempertemukan petani sawit dari sejumlah negara untuk membahas berbagai persoalan yang dihadapi pekebun di tengah dinamika industri sawit global.
Sejumlah negara dijadwalkan terlibat dalam forum tersebut, di antaranya Malaysia, Thailand, Honduras, Ghana, dan Nigeria.
Ketua Panitia Pelaksana IOPS Forum 2026, Dr. (cn) Djono A. Burhan, S.Kom, MMgt (Int. Bus), CC, CL, sebelumnya mengatakan forum tersebut menjadi ruang untuk menyatukan persepsi, pandangan, dan kepentingan petani sawit dunia.
Menurut Djono, IOPS Forum 2026 juga akan menjadi momentum bagi para petani sawit untuk membahas persoalan kebakaran lahan dan hutan yang terjadi di sejumlah wilayah, khususnya di Kalimantan Barat dan Riau.
“Pada kesempatan tersebut, pada momen dampak daripada El Nino telah terjadi kebakaran lahan di Kalimantan Barat dan Riau khususnya. Oleh karena itu, momen IOPS Forum ini juga akan digunakan sebagai forum komunikasi tentang penanganan bencana kebakaran lahan dan hutan, dan komitmen daripada petani sawit untuk mendukung,” ujar Djono.
Ia menegaskan, petani sawit juga memiliki komitmen untuk tidak melakukan pembakaran dalam pembukaan lahan serta mendukung berbagai upaya pencegahan kebakaran.
“Tidak ada pembakaran pembukaan lahan, dan mendukung pencegahan serta mengapresiasi Bapak Presiden Prabowo yang langsung turun ke lapangan melakukan koordinasi ke aparat yang terkait dengan kebakaran, terkhusus kepada Panglima, Kapolri, dan jajarannya, terkhusus badan pengendalian dampak lingkungan atau badan pengendalian dampak bencana alam,” katanya.
Salah satu agenda penting IOPS Forum 2026 adalah penandatanganan joint statement oleh perwakilan petani sawit mancanegara. Pernyataan bersama tersebut akan memuat sikap, langkah, serta harapan petani sawit dunia terhadap masa depan industri sawit rakyat.
Forum tersebut juga direncanakan menjadi momentum pembentukan World Coalition of Oil Palm Smallholders (WCOPS) sebagai wadah komunikasi global petani sawit.
Keterlibatan petani Sanggau dalam forum internasional ini diharapkan dapat memperluas jejaring petani daerah sekaligus membuka ruang bagi penyampaian aspirasi petani sawit Indonesia dalam pembahasan isu-isu strategis industri sawit dunia.
Dengan perjalanan darat menuju IKN, rombongan DPD APKASINDO Sanggau membawa semangat petani daerah untuk turut mengambil bagian dalam upaya membangun suara bersama petani sawit dunia.
Tags:


Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *