KONSULTASI
Logo

Petani Pemenang Lomba PSR APKASINDO Rohil Ungkap Manfaat Peremajaan Sawit Rakyat

25 September 2026
AuthorHendrik Khoirul
EditorHendrik Khoirul
Petani Pemenang Lomba PSR APKASINDO Rohil Ungkap Manfaat Peremajaan Sawit Rakyat

sawitsetara.co - BAGAN BATU — Program Peremajaan Sawit Rakyat (PSR) dinilai memberikan manfaat bagi petani kelapa sawit di Kabupaten Rokan Hilir, Riau. Hal itu disampaikan para petani yang meraih penghargaan dalam lomba PSR yang digelar DPD Asosiasi Petani Kelapa Sawit Indonesia (APKASINDO) Rokan Hilir.

Pengumuman pemenang lomba PSR APKASINDO AWARD tersebut dirangkaikan dengan agenda Implementasi Sertifikasi Indonesian Sustainable Palm Oil (ISPO) bagi petani sawit yang digelar DPD APKASINDO Rokan Hilir di Suzuya Hotel, Bagan Batu, Selasa (22/9/2026).

Agenda tersebut dihadiri perwakilan Pemerintah Kabupaten Rokan Hilir, Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian, unsur kecamatan dan kepolisian, DPD APKASINDO Rokan Hilir, perbankan, serta ketua koperasi dan petani kelapa sawit dari Kecamatan Bagan Sinembah, Bagan Sinembah Raya, dan Balai Jaya.

WhatsApp Image 2026-09-25 at 11.37.33 (1).jpeg

Salah satu penerima penghargaan, Tumin dari KUD Subur Makmur, yang menjadi pemenang kategori tanaman menghasilkan, mengaku sempat ragu mengikuti program PSR karena khawatir kehilangan sumber pendapatan selama tanaman sawit diremajakan.

Menurut Tumin, keraguan tersebut muncul karena sawit merupakan sumber penghasilan utama untuk memenuhi kebutuhan keluarga setiap bulan. Namun, setelah mendapatkan penyuluhan dan informasi mengenai PSR, ia akhirnya memutuskan mengikuti program tersebut.

“Dulunya kami ragu mengikuti PSR karena masalah ekonomi. Sawit ini menjadi andalan untuk kebutuhan setiap bulan. Tetapi setelah mengikuti PSR, alhamdulillah sangat menguntungkan,” ujar Tumin.

DPP

Ia mengatakan, dukungan program PSR mulai dari penyediaan bibit, perawatan hingga pendampingan membuat pengelolaan kebun menjadi lebih terarah. Setelah tanaman menghasilkan, produksi kebunnya kini mencapai sekitar 3 hingga 6 ton per bulan.

Tumin juga menyebut program tersebut membuat petani memperoleh pengetahuan mengenai pemupukan, perawatan lingkungan kebun, pengaturan pasar pikul, hingga pengelolaan pelepah.

“Sekarang pemupukan lebih normal dan lebih terarah. Untuk merawat kebun dan lingkungan juga ada arahan dari pihak terkait,” katanya.

Berdasarkan pengalaman tersebut, Tumin mengajak petani yang belum mengikuti PSR agar tidak lagi ragu memanfaatkan program peremajaan sawit tersebut.

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada APKASINDO yang menurutnya telah memberikan pendampingan kepada petani dalam mengikuti PSR, serta kepada pemerintah dan Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDP) yang mendukung pembiayaan program.

DPP

Sementara itu, pemenang kategori tanaman belum menghasilkan, Mariadi dari Kelompok Tani Sumber Jaya Sari, juga mengungkapkan manfaat yang dirasakannya setelah mengikuti program PSR.

Mariadi mengatakan dirinya telah mengikuti program PSR sekitar tiga tahun lalu. Sebelum mengikuti program tersebut, pendapatan dari usaha sawit yang dikelolanya masih rendah.

“Setelah mengikuti program PSR ini saya mendapatkan hasil yang sesuai seperti yang saya harapkan. Semua ini tentu berkat program PSR yang telah menyediakan bibit unggul,” kata Mariadi.

Menurut dia, penyediaan bibit unggul menjadi salah satu faktor penting dalam mendukung keberhasilan peremajaan kebun sawit rakyat. Karena itu, ia berharap program PSR dapat terus berlanjut sehingga semakin banyak petani memperoleh manfaat.

Mariadi juga mengajak petani yang belum mengikuti PSR untuk mempertimbangkan program tersebut berdasarkan pengalaman yang telah dirasakannya.

“Bagi saya betul-betul sangat menguntungkan bagi para petani,” ujarnya.

Ia menyampaikan terima kasih kepada pemerintah, APKASINDO, dan BPDP atas dukungan terhadap pelaksanaan program PSR.

Pengalaman Tumin dan Mariadi menunjukkan bahwa keberhasilan PSR tidak hanya berkaitan dengan peremajaan tanaman, tetapi juga pendampingan petani dalam pengelolaan kebun. Penyediaan bibit, pemupukan, perawatan tanaman, serta peningkatan pengetahuan petani menjadi bagian penting dalam menjaga produktivitas kebun setelah peremajaan.

Tags:

peremajaan sawit rakyatPSRAPKASINDOBerita Sawit

Berita Sebelumnya
Harga TBS Plasma Kalimantan Selatan September 2026 Periode 2 Mengalami Kenaikan

Harga TBS Plasma Kalimantan Selatan September 2026 Periode 2 Mengalami Kenaikan

Harga tandan buah segar (TBS) kelapa sawit mitra plasma pada September 2026 periode 2 tercatat mengalami kenaikan dibandingkan harga pada periode sebelumnya. Berdasarkan daftar harga TBS yang tercantum dalam dokumen, kenaikan terjadi pada seluruh kelompok umur tanaman.

24 September 2026Berita

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *