KONSULTASI
Logo

Papua Selatan Siapkan 321 Hektare Lahan, Dorong Akses PSR dan Sarpras BPDP

24 Agustus 2026
AuthorHendrik Khoirul
EditorHendrik Khoirul
Papua Selatan Siapkan 321 Hektare Lahan, Dorong Akses PSR dan Sarpras BPDP

sawitsetara.co - MERAUKE — DPW Asosiasi Petani Kelapa Sawit Indonesia (APKASINDO) Provinsi Papua Selatan tengah melakukan pendataan dan survei lahan petani sebagai langkah awal untuk memperluas akses terhadap program pengembangan perkebunan sawit rakyat.

Ketua DPW APKASINDO Papua Selatan, Makarius Meki Taman, mengatakan pihaknya saat ini melakukan pendataan lahan dan petani secara mandiri karena sejumlah program yang selama ini telah berjalan di daerah sentra sawit belum menyentuh Papua Selatan.

Salah satu yang menjadi perhatian ialah program Peremajaan Sawit Rakyat (PSR) dan sarana-prasarana yang didukung Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP).

“PSR belum ada di Papua Selatan dan sarpras sama sekali belum,” kata Makarius, Senin (24/8/2026).

edy

Menurut dia, APKASINDO Papua Selatan berinisiatif mengambil peran dalam pendataan petani dan survei lahan, termasuk pengambilan titik koordinat. Langkah tersebut dilakukan untuk menyiapkan data yang dapat menjadi dasar pengajuan program kepada BPDPKS.

Makarius menyebut terdapat sekitar 8.000 hektare lahan yang menjadi target pendataan dan pengembangan sarana-prasarana. Lahan tersebut terdiri atas lahan yang telah ditanami petani maupun lahan yang masih tidur dan dipersiapkan untuk dikelola serta ditanami sawit.

Dari proses pendataan awal, sekitar 321 hektare lahan telah disiapkan untuk diajukan dalam program BPDPKS.

“Yang kami sudah data di sini adalah 321 hektare, itu yang siap saya ajukan ke BPDPKS,” ujarnya.

Makarius mengatakan lahan tersebut antara lain berada pada kawasan yang ditempati masyarakat eks transmigrasi. Ia menyebut terdapat sekitar 8.000 hektare lahan milik warga eks transmigrasi yang menjadi bagian dari pendataan, baik lahan pertama maupun lahan kedua.

edy

Menurutnya, keberadaan data yang akurat menjadi penting karena selama ini kegiatan survei dan pendataan petani sawit mandiri belum berjalan optimal.

Karena itu, APKASINDO Papua Selatan mengambil inisiatif untuk mendata petani sawit mandiri sekaligus melakukan survei kondisi lahan.

“APKASINDO berperan di sini mengambil alih itu untuk mendatakan semua petani sawit mandiri maupun kegiatan survei dan pendataan lahan titik koordinat,” katanya.

Makarius berharap hasil pendataan tersebut dapat memperoleh dukungan DPP APKASINDO dan BPDP sehingga petani sawit Papua Selatan memiliki akses yang lebih besar terhadap program pemerintah.

Tags:

PSRperemajaan sawit rakyatBerita Sawit

Berita Sebelumnya
Program PSR Serap 1 Juta Pekerja Sejak 2017-Sekarang

Program PSR Serap 1 Juta Pekerja Sejak 2017-Sekarang

Program Peremajaan Sawit Rakyat (PSR) telah merealisasikan peremajaan 427.441 hektare kebun sawit dengan dana Rp12,14 triliun sejak 2017 hingga Juli 2026. Program ini diperkirakan mampu menyerap hingga 1 juta tenaga kerja.

21 Agustus 2026Berita

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *