KONSULTASI
Logo

Musda dan Pelantikan DPD APKASINDO Sambas 2025–2030, Perkuat Konsolidasi dan Perjuangan Petani Sawit

6 Mei 2026
AuthorHendrik Khoirul
EditorDwi Fatimah
Musda dan Pelantikan DPD APKASINDO Sambas 2025–2030, Perkuat Konsolidasi dan Perjuangan Petani Sawit

sawitsetara.co - SAMBAS — Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Asosiasi Petani Kelapa Sawit Indonesia (APKASINDO) Kabupaten Sambas menggelar Musyawarah Daerah (Musda) sekaligus Pelantikan dan Pengukuhan kepengurusan masa bakti 2025–2030 di Gedung Serbaguna Paroki Kabupaten Sambas. Kegiatan ini menjadi momentum penting dalam memperkuat konsolidasi organisasi serta mempertegas arah perjuangan petani sawit di daerah.

Acara tersebut dihadiri Wakil Bupati Sambas H. Heroaldi Djuhardi Alwi, S.T., M.T., jajaran Forkopimda seperti Dandim 1208/Sambas dan perwakilan Polres Sambas, Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Sambas, tokoh adat, tokoh masyarakat, serta pengurus APKASINDO dari seluruh kecamatan se-Kabupaten Sambas.

Turut hadir jajaran Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) APKASINDO Provinsi Kalimantan Barat, yakni Wakil Ketua Bidang Organisasi dan Keanggotaan Boniyanto, Wakil Ketua Bidang Diklat dan Pengembangan SDM Mahathir Muhammad, Sekretaris DPW Agus Kuswara, serta Wakil Sekretaris Rudy Hasdar.

Sawit Setara Default Ad Banner

Mewakili Ketua DPW APKASINDO Kalbar, Sekretaris DPW Agus Kuswara menegaskan bahwa Musda bukan sekadar agenda rutin organisasi, melainkan forum strategis untuk memperkuat arah gerak dan kepemimpinan organisasi ke depan.

“Musyawarah Daerah bukan sekadar rutinitas organisasi, melainkan momentum strategis untuk merumuskan langkah ke depan dan memilih pemimpin yang dipercaya mewakili aspirasi ribuan petani sawit di Sambas,” ujarnya.

Ia menyoroti bahwa sektor kelapa sawit masih menjadi penopang utama perekonomian daerah, namun di sisi lain menghadapi berbagai tantangan yang tidak ringan, mulai dari fluktuasi harga tandan buah segar (TBS), keterbatasan akses permodalan, persoalan legalitas lahan, hingga tuntutan penerapan standar keberlanjutan.

“Dalam kondisi seperti ini, organisasi harus hadir sebagai tempat bertemunya aspirasi dan solusi. APKASINDO tidak boleh hanya menjadi simbol, tetapi harus benar-benar dirasakan manfaatnya oleh petani,” tegasnya.

Sawit Setara Default Ad Banner

Agus juga memberikan arahan kepada kepengurusan baru agar mampu menjalankan roda organisasi secara efektif dan berdampak langsung. Ia menekankan empat poin utama, yakni pentingnya menjaga persatuan dalam organisasi, menyusun program kerja yang realistis dan menyentuh kebutuhan petani, memperkuat tata kelola yang transparan dan akuntabel, serta meningkatkan komunikasi dan sinergi dengan seluruh tingkatan organisasi.

“Perkuat komunikasi dan sinkronisasi antar tingkatan organisasi, serta jadikan DPW sebagai mitra dalam memperjuangkan aspirasi petani ke jenjang yang lebih tinggi,” tambahnya.

Sementara itu, Wakil Bupati Sambas H. Heroaldi Djuhardi Alwi dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya Musda dan pelantikan DPD APKASINDO Sambas. Ia menilai kegiatan ini sebagai momentum strategis dalam memperkuat kelembagaan petani sawit di daerah.

“Komoditas kelapa sawit merupakan tulang punggung ekonomi Kabupaten Sambas. Selain membuka lapangan kerja, sektor ini juga menjadi sumber utama pendapatan masyarakat dan daerah,” ujarnya.

Ia mengungkapkan bahwa luas perkebunan kelapa sawit di Kabupaten Sambas saat ini mencapai 135.485 hektare, dengan sekitar 43.371 hektare di antaranya merupakan milik petani rakyat.

Sawit Setara Default Ad Banner

Meski demikian, ia mengakui masih terdapat berbagai tantangan yang harus dihadapi bersama, seperti fluktuasi harga, produktivitas, legalitas lahan, serta tuntutan praktik perkebunan yang ramah lingkungan.

“Keberadaan APKASINDO menjadi sangat penting sebagai wadah perjuangan dan penguatan posisi petani, khususnya petani swadaya,” katanya.

Pemerintah Kabupaten Sambas, lanjutnya, berkomitmen untuk terus mendukung pengembangan sektor kelapa sawit melalui berbagai program strategis, mulai dari peningkatan kapasitas petani, fasilitasi akses permodalan, penguatan kelembagaan, hingga mendorong hilirisasi produk sawit.

“Kami mendorong agar pengelolaan perkebunan sawit dilakukan secara berkelanjutan dengan memperhatikan keseimbangan aspek ekonomi, sosial, dan lingkungan,” tegasnya.

Kepada pengurus DPD APKASINDO yang baru dilantik, Wakil Bupati berpesan agar mampu menjalankan amanah secara profesional dan mengedepankan kepentingan anggota.

“Jalankan amanah ini secara profesional, transparan, dan utamakan kepentingan anggota di atas kepentingan lainnya,” pesannya.

Ia juga menekankan pentingnya peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) petani melalui pendidikan dan pelatihan, termasuk pemanfaatan program beasiswa sawit yang difasilitasi oleh Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS).

“Melalui program beasiswa SDM Sawit, kita berharap lahir generasi petani yang terampil, kompeten, dan mampu bersaing di era modern,” ungkapnya.

Di akhir sambutannya, Wakil Bupati secara resmi membuka rangkaian Musyawarah Daerah dan Pelantikan DPD APKASINDO Kabupaten Sambas Periode 2025–2030.

Melalui Musda dan pelantikan ini, DPD APKASINDO Sambas diharapkan semakin solid sebagai organisasi perjuangan petani, mampu memperkuat posisi tawar petani sawit, serta mendorong peningkatan kesejahteraan secara berkelanjutan di Kabupaten Sambas.

Tags:

APKASINDO

Berita Sebelumnya
Harga Sawit Mitra Swadaya Riau Naik Tipis, Ditopang Lonjakan Kernel di Pekan Kedua Mei 2026

Harga Sawit Mitra Swadaya Riau Naik Tipis, Ditopang Lonjakan Kernel di Pekan Kedua Mei 2026

Dinas Perkebunan (Disbun) Provinsi Riau resmi merilis harga tandan buah segar (TBS) kemitraan swadaya untuk periode 6–12 Mei 2026, dengan tren kenaikan meski tidak signifikan.

5 Mei 2026Harga TBS

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *