KONSULTASI
Logo

Limbah Sawit Melimpah, Tankos dan Solid Digadang Jadi Solusi Jangka Panjang Cegah Karhutla

8 September 2026
AuthorDwi Fatimah
EditorDwi Fatimah
Limbah Sawit Melimpah, Tankos dan Solid Digadang Jadi Solusi Jangka Panjang Cegah Karhutla

sawitsetara.co - Upaya mencari solusi jangka panjang untuk menekan praktik pembakaran lahan yang berpotensi memicu kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) terus dilakukan di Kecamatan Kayan Hilir, Kabupaten Sintang, Kalimantan Barat.

Salah satu terobosan yang tengah didorong Satgas Karhutla TNI adalah pemanfaatan tandan kosong kelapa sawit (Tankos) dan solid sawit sebagai pupuk organik alternatif untuk menyuburkan lahan pertanian masyarakat.

Ketua Kelompok Penyuluhan dan Pencegahan Satgas Karhutla TNI Wilayah Kayan Hilir, Kolonel Arh Saptarendra P, ST, MM, mengatakan Tankos dan solid sawit memiliki kandungan organik yang berpotensi memperbaiki kualitas tanah sekaligus mengurangi ketergantungan masyarakat terhadap praktik pembakaran untuk menyuburkan lahan.

Hal tersebut disampaikannya saat Satgas Karhutla TNI melakukan pertemuan dengan Camat Kayan Hilir dan penyuluh pertanian, Senin (7/9/2026).

Menurut Sapta, memasuki minggu kedua pelaksanaan kegiatan, Satgas Karhutla TNI yang dipimpin Brigjen TNI Zamroni menyambangi Kecamatan Kayan Hilir untuk membahas berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat, termasuk mencari rekomendasi penanganan Karhutla dari sisi pencegahan.

“Dalam pertemuan itu, Pak Seberius Matius Akon selaku Camat mengapresiasi kegiatan yang dilakukan oleh Satgas TNI, baik dalam rangka penyuluhan kepada perangkat desa, tokoh adat, masyarakat bahkan di sekolah,” ujar Sapta.

Selain penyuluhan, Satgas juga mendapat apresiasi atas rekomendasi terkait formulasi pemupukan pada tanah mineral yang selama ini digunakan masyarakat untuk berladang.

Sapta menjelaskan, selama ini masyarakat masih mengandalkan hasil pembakaran pohon sebagai sumber unsur hara sebelum lahan ditanami padi.

DPP

“Penggunaan pupuk dari hasil pembakaran pohon yang selama ini dilakukan masyarakat merupakan upaya satu-satunya langkah yang dilakukan masyarakat untuk menyuburkan lahan sebelum ditanam padi,” katanya.

Karena itu, Satgas melihat adanya peluang untuk mengganti kebiasaan tersebut dengan pupuk organik berbahan limbah sawit yang tersedia di sekitar wilayah Kayan Hilir.

“Dari beberapa kegiatan bersama masyarakat dan potensi yang ada di wilayah, maka ada secercah harapan untuk menggunakan Tankos dan Solid Sawit sebagai alternatif pupuk,” tegas Sapta.

Tankos dan solid sawit dinilai memiliki potensi besar karena dapat dimanfaatkan untuk membantu menyuburkan tanah serta memperbaiki sifat fisik, kimia, dan biologi tanah.

Pemanfaatan limbah tersebut juga diharapkan dapat menekan ketergantungan petani terhadap pupuk anorganik.

“Limbah ini berlimpah, namun belum dipergunakan secara optimal di kalangan masyarakat, khususnya untuk ladang,” ungkap Sapta.

Atas dasar itu, Satgas mendorong Camat dan Penyuluh Pertanian Kayan Hilir untuk mulai melakukan uji coba penggunaan pupuk organik berbahan Tankos dan solid pada lahan mineral.

Rencananya, beberapa lahan akan disiapkan sebagai lokasi percobaan untuk melihat pengaruh penggunaan kedua material tersebut terhadap tanaman padi.

“Dari pertemuan itu, akan dicoba Tankos dan Solid di lahan mineral yang disiapkan sekaligus menguji pengaruhnya. Jika nanti hasilnya baik dan biaya tidak mahal, maka bisa disosialisasikan kepada masyarakat,” jelas Sapta.

Menurutnya, keberhasilan uji coba tersebut nantinya tidak hanya memberikan alternatif pemupukan bagi petani, tetapi juga berpotensi mengurangi praktik pembakaran pohon yang selama ini dilakukan untuk meningkatkan kesuburan lahan.

DPP

Dengan demikian, pemanfaatan limbah sawit dapat menjadi bagian dari strategi pencegahan Karhutla yang berbasis pada kebutuhan dan kondisi masyarakat setempat.

Upaya uji coba tersebut juga mulai dikomunikasikan dengan perusahaan perkebunan yang beroperasi di wilayah Kayan Hilir.

Satgas TNI melalui Kolonel Laut (KH) Chumaidi melakukan koordinasi dengan PT Gunas terkait pemanfaatan Tankos dan solid untuk kepentingan percobaan pupuk alternatif.

Camat Kayan Hilir, Seberius Matius Akon, menyambut baik rencana tersebut. Menurutnya, bahan baku Tankos dan solid tersedia dari pabrik kelapa sawit yang berada di wilayah Kayan Hilir.

“Saya setuju untuk mencoba aplikasi ini, dan bisa kita siapkan beberapa lahan untuk dijadikan lahan percobaan,” ujar Akon.

“Kita akan bantu fasilitasi sesuai kemampuan kita,” imbuhnya.

Dukungan juga datang dari Penyuluh Pertanian Kayan Hilir, Yuliana. Ia mengatakan Tankos dan solid sebenarnya sudah cukup umum dimanfaatkan sebagai bahan penyubur pada tanaman sawit dan sayuran.

Namun, penggunaan kedua bahan tersebut untuk tanaman padi belum dilakukan di wilayahnya.

“Namun kami memang belum menggunakan untuk tanaman padi. Oleh karenanya kami siap membantu, sehingga nanti kalau telah teruji bisa digunakan masyarakat,” ujar Yuliana.

Pertemuan tersebut turut dihadiri personel Satgas TNI, Kolonel Kes Robi Mandolin, Babinsa Koramil 1205-17/Kayan Hilir, serta perangkat Kecamatan Kayan Hilir.

Jika uji coba berhasil, pemanfaatan Tankos dan solid sawit diharapkan menjadi model alternatif pemupukan bagi lahan pertanian masyarakat, sekaligus membuka pendekatan baru dalam pencegahan Karhutla—mengubah limbah sawit yang selama ini belum optimal dimanfaatkan menjadi sumber bahan organik bagi lahan pertanian.


Berita Sebelumnya
Harga TBS Sawit Papua Periode 16–31 Agustus 2026 Ditetapkan, Tertinggi Plasma Rp3.610,57 per Kilogram

Harga TBS Sawit Papua Periode 16–31 Agustus 2026 Ditetapkan, Tertinggi Plasma Rp3.610,57 per Kilogram

Pemerintah Provinsi Papua melalui Dinas Pertanian menetapkan harga tandan buah segar (TBS) kelapa sawit produksi pekebun mitra plasma dan mitra swadaya untuk periode 16–31 Agustus 2026.

7 September 2026Harga TBS

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *