KONSULTASI
Logo

Jaga Stok SAF, SPBU Terima UCO Dari Masyarakat

17 Maret 2026
AuthorIbnu
EditorIbnu
Jaga Stok SAF, SPBU Terima UCO Dari Masyarakat
HOT NEWS

sawitsetara.co - YOGYAKARTA – Berbagai langkah terus dilakukan oleh pemerintah untuk menjaga stok Sustainable Aviation Fuel (SAF) yang berbahan baku dari minyak jelantah atau minyak goreng berbahan baku sawit sawit atau dikenal used cooking oil (UCO).

Lebih dari itu permintaan SAF meningkat dari ulan biasanya karena tingginya jalur penerbagangan menjelang Idul Fitri.

Menanggapi tingginya kebutuhan SAF maka BPH Migas mengambil langkah positif Pertamina yang menyediakan mesin pengumpulan UCO di sejumlah stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU). Melalui fasilitas inovatif ini, masyarakat bisa menjual minyak goreng bekas pakai dan dibeli oleh Pertamina dengan harga sekitar Rp5.500/liter.


Sawit Setara Default Ad Banner

Minyak jelantah ini nantinya akan diolah menjadi bahan bakar alternatif yang lebih ramah lingkungan, termasuk untuk kendaraan bermotor hingga bahan bakar pesawat (SAF).

“Minyak jelantah dari kelapa sawit ini menunjukkan bahwa bahan bakar yang kita miliki sudah memenuhi syarat green energy,” ungkap Anggota Komite BPH Migas Bambang Hermanto atau biasa disapa Baher.

Melalui hal ini Baher berharap akan menjaga stok SAF, sehingga jalur penerbagangan berbahan baku SAF tetap aman meskipun perminttan tinggi.

Lebih lanjut, Pertamina juga mempertegas langkahnya dalam membangun ekosistem SAF yang terverifikasi secara global dan siap merambah pasar internasional, termasuk Eropa dan Asia-Pasifik. Langkah strategis ini merupakan komitmen nyata Pertamina untuk mengakselerasi dekarbonisasi sektor penerbangan, sekaligus memposisikan Indonesia sebagai pemain strategis dalam transisi energi global.


Sawit Setara Default Ad Banner

Sementara itu, menurut Direktur Transformasi dan Keberlanjutan Bisnis Pertamina Agung Wicaksono, Pertamina sebagai Soko Guru Energi Nasional merupakan representasi Indonesia yang berpartisipasi aktif menekan emisi penerbangan global melalui pengembangan SAF berbasis limbah. Kehadiran Pertamina pun menegaskan pengakuan global terhadap kapasitas Indonesia sebagai produsen SAF berbasis limbah yang kredibel, sejajar, dan siap bersaing di industri bahan bakar berkelanjutan internasional.

“Di luar pasar domestik, kami menargetkan pasar penerbangan regional dan global, termasuk Eropa dan Asia-Pasifik. Kami siapkan SAF agar siap ekspor dan mampu bersaing, baik dari sisi spesifikasi teknis, keberlanjutan, maupun standar global,” tambah Agung.

Agung menambahkan, “Di Pertamina, SAF bukanlah inisiatif yang berdiri sendiri, melainkan implementasi langsung dari strategi dual-growth kami, yaitu memaksimalkan aset kilang warisan sambil membangun bisnis rendah karbon yang dapat dikembangkan.”



Berita Sebelumnya
BRIN–Agrinas Palma Nusantara Perkuat Riset Sawit, Dorong Hilirisasi dan Bioproduk Bernilai Tinggi

BRIN–Agrinas Palma Nusantara Perkuat Riset Sawit, Dorong Hilirisasi dan Bioproduk Bernilai Tinggi

Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) menjalin kerja sama dengan PT Agrinas Palma Nusantara untuk memperkuat riset dan inovasi dalam pengembangan industri kelapa sawit nasional dari hulu hingga hilir.

16 Maret 2026Berita

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *