KONSULTASI
Logo

Hilirisasi Sawit Harus Berdampak Kepada Petani

30 April 2026
AuthorIbnu
EditorIbnu
Hilirisasi Sawit Harus Berdampak Kepada Petani
HOT NEWS

sawitsetara.co - CILACAP — Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto menyoroti persoalan mendasar yang selama ini dihadapi petani, mulai dari harga yang fluktuatif hingga ketidakpastian pasar. “Sudah terlalu lama petani Indonesia, nelayan Indonesia, buruh Indonesia belum menikmati kesejahteraan yang layak,” ujar Presiden Prabowo.

Presiden Prabowo memastikan bahwa pemerintah akan terus meningkatkan tata kelola sektor pertanian agar petani memiliki kepastian dalam menjual hasil produksinya.

Sehingga dalam hal ini, Ia menegaskan bahwa hilirisasi di sektor pertanian harus menjadi gerakan besar nasional, dan berdampak kepada petani. Selain itu, hilirisasi harus mencakup pengolahan berbagai komoditas unggulan seperti kelapa, sawit, hingga rempah-rempah yang dapat menjadi produk turunan bernilai tinggi.


Sawit Setara Default Ad Banner

Dalam proyek hilirisasi fase II, sejumlah inisiatif berbasis pertanian menjadi bagian penting, antara lain hilirisasi minyak sawit menjadi produk oleofood dan biodieseldi KEK Seri Mangkei, Sumatera Utara.

Presiden Prabowo menilai langkah ini sebagai bukti bahwa sektor pertanian memiliki potensi besar untuk menjadi penggerak industri dan pencipta nilai tambah di dalam negeri. Lebih jauh, Ia juga menekankan bahwa keberanian sebuah bangsa salah satunya ditentukan oleh kemampuannya menguasai dan mengolah sumber daya sendiri.

“Bentuk keberanian antara lain adalah keberanian bangsa itu untuk menguasai sumber daya dan mengolah sumber daya itu di negaranya sendiri. Hilirisasi adalah jalan satu-satunya untuk kita bisa lebih makmur,” jelas Presiden Prabowo.

Sementara itu, Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman dalam beberapa kesempatan menegaskan kelapa sawit merupakan salah satu tulang punggung perekonomian nasional yang harus dikelola secara optimal dan berkelanjutan.

“Kelapa sawit merupakan salah satu kekuatan besar Indonesia. Produktivitasnya tinggi, efisien dalam penggunaan lahan, dan mampu menggerakkan ekonomi rakyat dari desa hingga industri besar. Inilah yang membuat sawit layak disebut miracle crop,” ujar Amran.


Sawit Setara Default Ad Banner

Berdasarkan data publikasi statistik Direktorat Jenderal Perkebunan, Kementerian Pertanian luas areal kelapa sawit Indonesia pada 2024 dan 2025 (angka sementara) tercatat mencapai 16,83 juta hektare.

Pada tahun 2024, produksi minyak sawit mentah (crude palm oil atau CPO) nasional mencapai 45,44 juta ton dengan produktivitas rata-rata 3,5 ton per hektare. Pada tahun yang sama, empat provinsi menjadi kontributor terbesar produksi sawit nasional. Provinsi Riau mencatat produksi 9,14 juta ton. Disusul Kalimantan Barat dengan produksi 4,96 juta ton, Kalimantan Tengah dengan produksi 7,46 juta ton, serta Kalimantan Timur produksi 3,90 juta ton.

Memasuki tahun 2025 (angka sementara), menunjukkan tren peningkatan produksi nasional meningkat menjadi 46,55 juta ton (CPO) dengan produktivitas rata-rata mencapai 3,6 ton per hektare. Pada tahun 2025, Riau tetap menjadi kontributor terbesar dengan produksi 9,46 juta ton. Kalimantan Barat dengan produksi 4,94 ton, Kalimantan Tengah mencatat produksi 7,59 juta ton, serta Kalimantan Timur sebesar 4,29 juta ton.

Peningkatan produksi tersebut semakin menegaskan posisi Indonesia sebagai produsen kelapa sawit terbesar di dunia.



Berita Sebelumnya
Wacana Penutupan PKS Tanpa Kebun, Petani Kecil Terancam Tersingkir

Wacana Penutupan PKS Tanpa Kebun, Petani Kecil Terancam Tersingkir

Namun, bagi petani swadaya, kebijakan ini bukan sekadar penataan industri—melainkan ancaman nyata bagi keberlangsungan hidup mereka.

29 April 2026Berita

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *