KONSULTASI
Logo

Harga TBS Sawit Menguat, Mayoritas Provinsi Catat Kenaikan

20 Juli 2026
AuthorIbnu
EditorHendrik Khoirul
Harga TBS Sawit Menguat, Mayoritas Provinsi Catat Kenaikan

sawitsetara.co - JAKARTA – Tren positif harga tandan buah segar (TBS) kelapa sawit kembali berlanjut pada pekan ketiga Juli 2026. Berdasarkan pemantauan di 22 provinsi, mayoritas daerah mencatat kenaikan harga TBS baik pada skema plasma maupun swadaya.

Kondisi ini menunjukkan pasar sawit domestik masih bergerak positif di tengah meningkatnya kebutuhan minyak sawit dan mulai bergulirnya implementasi program biodiesel B50.

Laporan Harga TBS Kelapa Sawit periode 13–19 Juli 2026 yang diterbitkan Asosiasi Petani Kelapa Sawit Indonesia (APKASINDO) di laman hargasawitindonesia.id, mencatat rata-rata harga TBS skema plasma mencapai Rp3.484 per kilogram, naik Rp40 atau 1,2 persen dibandingkan pekan sebelumnya.

Sementara itu, rata-rata harga TBS petani swadaya juga mengalami kenaikan menjadi Rp2.970 per kilogram, atau meningkat Rp18 atau 0,6 persen dari periode sebelumnya.

Apj

Secara nasional, sebanyak 14 provinsi mencatat kenaikan harga TBS pada skema plasma dan hanya satu provinsi yang mengalami penurunan. Pada skema swadaya, kenaikan harga terjadi di 12 provinsi, sementara empat provinsi mengalami penurunan dan sisanya relatif stabil.

Data tersebut menunjukkan penguatan harga berlangsung di sebagian besar sentra perkebunan sawit nasional, meskipun besarannya berbeda-beda di setiap daerah.

Sumatera Barat menjadi provinsi dengan harga TBS plasma tertinggi pada periode ini, yakni mencapai Rp3.959 per kilogram, disusul Sumatera Utara sebesar Rp3.925 per kilogram dan Riau sekitar Rp3.890 per kilogram.

Untuk skema swadaya, harga tertinggi tercatat di Jambi sebesar Rp3.400 per kilogram, diikuti Riau sekitar Rp3.300 per kilogram serta Lampung sekitar Rp3.275 per kilogram. Sementara itu, harga TBS swadaya terendah masih terjadi di Papua Barat yang berada di level Rp1.900 per kilogram.

Apj

Berdasarkan wilayah, Pulau Sumatera masih menjadi kawasan dengan rata-rata harga TBS tertinggi. Rata-rata harga TBS plasma di wilayah ini mencapai sekitar Rp3.716 per kilogram, sedangkan rata-rata harga TBS swadaya sekitar Rp3.122 per kilogram.

Sebaliknya, Pulau Jawa masih menjadi wilayah dengan rata-rata harga plasma terendah, sementara Papua mencatat rata-rata harga swadaya paling rendah di antara seluruh kawasan yang dipantau.

Meski tren harga menunjukkan penguatan, laporan APKASINDO mengungkapkan bahwa harga TBS yang diterima petani masih berada di bawah nilai wajarnya apabila mengacu pada perkembangan harga minyak sawit mentah (CPO) dunia.

Berdasarkan perhitungan menggunakan acuan harga CPO internasional, rendemen 21 persen, dan indeks K sebesar 85 persen, nilai wajar TBS diperkirakan mencapai Rp5.211 per kilogram. Dengan demikian, rata-rata harga TBS plasma masih sekitar 33,1 persen di bawah nilai wajar, sedangkan harga TBS swadaya masih terpaut sekitar 43 persen.

Apj

APKASINDO juga mencatat bahwa harga TBS plasma masih lebih tinggi dibandingkan harga TBS swadaya di seluruh provinsi yang memiliki data lengkap. Rata-rata selisih harga kedua skema tersebut mencapai Rp514 per kilogram. Temuan ini menunjukkan masih perlunya penguatan posisi tawar petani swadaya agar manfaat dari membaiknya harga sawit dapat dirasakan lebih merata di tingkat pekebun.

Sementara itu, untuk empat pekan mendatang, APKASINDO memproyeksikan harga TBS nasional cenderung bergerak melemah sekitar 1,2 persen. Namun, proyeksi tersebut bersifat statistik dan indikatif, sehingga tidak dapat dijadikan acuan penetapan harga resmi.

Pergerakan harga TBS ke depan tetap dipengaruhi berbagai faktor, mulai dari perkembangan harga CPO dunia, nilai tukar rupiah, rendemen, hingga kebijakan pemerintah di sektor perkebunan dan energi.

Untuk informasi lebih lengkap terkait harga TBS kelapa sawit nasional silakan kunjungi laman Harga Sawit Indonesia yang dirilis APKASINDO lewat tautan berikut hargasawitindonesia.id.

Tags:

harga TBS

Berita Sebelumnya
Ekspor Sawit Melambat, Bisakah Harga TBS Petani Tetap Bertahan?

Ekspor Sawit Melambat, Bisakah Harga TBS Petani Tetap Bertahan?

Di tengah meningkatnya konsumsi dalam negeri melalui implementasi mandatori biodiesel B50, muncul pertanyaan mengenai dampaknya terhadap harga tandan buah segar (TBS) di tingkat petani.

18 Juli 2026Berita

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *