
sawitsetara.co – PADANG — Dewan Pengurus Wilayah Asosiasi Petani Kelapa Sawit Indonesia (DPW APKASINDO) Sumatera Barat mendorong Pertemuan Nasional Petani Kelapa Sawit Indonesia ke-III (PENAS III) menghasilkan rekomendasi konkret bagi petani.
Salah satu prioritasnya ialah mewujudkan harga tandan buah segar (TBS) yang layak bagi petani swadaya maupun plasma.
Ketua DPW APKASINDO Sumatera Barat, Jufri Nur, SE., MM., berharap pertemuan nasional tersebut membawa manfaat nyata bagi pekebun. Menurut dia, forum ini perlu menghasilkan rekomendasi yang menjawab persoalan petani di lapangan.
“Kita berharap Penas III ini bisa merekomendasikan hal-hal yang menguntungkan petani kita di Indonesia,” kata Jufri kepada sawitsetara.co, Senin (19/10/2026).
Ia menegaskan, persoalan harga TBS perlu mendapat perhatian khusus. Harga yang layak dinilai penting untuk menjaga pendapatan dan keberlanjutan usaha perkebunan rakyat.
“Contohnya harga yang layak, baik untuk petani swadaya maupun plasma,” ujarnya.
Menurut Jufri, kebutuhan petani swadaya dan plasma perlu menjadi bagian pembahasan. Kedua kelompok tersebut sama-sama membutuhkan tata niaga yang mendukung kesejahteraan pekebun.
Karena itu, ia berharap aspirasi petani dari berbagai daerah mendapat ruang dalam Penas III. Rekomendasi yang dihasilkan diharapkan menjadi bahan pertimbangan pemerintah dalam menyusun kebijakan perkebunan.
Dorong Kebijakan yang Berpihak kepada Petani
Penas III yang didukung Badan Pegelola Dana Perkebunan (BPDP) ini akan diselenggarakan APKASINDO pada 27–29 Oktober 2026 di Jakarta. Pertemuan ini mengangkat tema “Penguatan Petani Kelapa Sawit dan Sinergitas Hilir Kunci Kedaulatan Energi Indonesia”.
Ketua Panitia Pelaksana Penas III, yang juga Sekjend DPP APKASINDO, Dr. (cn) Djono A. Burhan, S.Kom, MMgt (Int. Bus), CC, CL sebelumnya menjelaskan bahwa forum ini menjadi ajang konsolidasi petani. Pertemuan tersebut juga diarahkan untuk memperkuat kolaborasi petani, pemerintah, dan pelaku usaha.
“Melalui kegiatan ini, petani sawit ingin menyatukan persepsi, menyatukan pandangan, dan memperkuat landasan agar petani kelapa sawit semakin sejahtera,” kata Djono.
Sejumlah agenda strategis akan dibahas dalam sesi Resolusi Hulu dan Hilir. Topiknya mencakup peremajaan sawit rakyat, dukungan pembiayaan, serta penguatan sinergi perusahaan dan petani.
Penas III juga diharapkan menghasilkan rekomendasi untuk mendukung kesejahteraan pekebun. Agenda ini sekaligus menjadi momentum peringatan HUT ke-26 APKASINDO.
Bagi APKASINDO Sumatera Barat, hasil pertemuan perlu menjawab kebutuhan nyata petani. Perbaikan harga TBS menjadi salah satu harapan yang ingin diperjuangkan melalui forum nasional tersebut.
Tags:


Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *