KONSULTASI
Logo

Harga TBS Mulai Pulih, Amran Ancam Perusahaan yang Mainkan Harga

16 Juli 2026
AuthorHendrik Khoirul
EditorHendrik Khoirul
Harga TBS Mulai Pulih, Amran Ancam Perusahaan yang Mainkan Harga

sawitsetara.co - JAKARTA – Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman memperingatkan perusahaan kelapa sawit agar tidak kembali menekan harga tandan buah segar (TBS) sawit di tingkat petani. Pemerintah, kata dia, akan mengambil langkah tegas terhadap pelaku usaha yang sengaja mempermainkan harga.

Amran mengatakan harga TBS sawit yang sempat mengalami tekanan tajam kini mulai berangsur pulih. Karena itu, ia meminta perusahaan menjaga kestabilan harga dan tidak mengulang praktik yang merugikan petani.

“Saya ingatkan, masih ada yang coba-coba menurunkan harga lagi. Kalau ada, Satgas akan menindak tegas,” kata Amran dalam keterangan resminya, Rabu (15/7/2026).

Apj

Menurut Amran, pemerintah tidak akan membiarkan praktik tata niaga yang merugikan petani terus berlangsung. Ia menilai keberhasilan pembangunan sektor pertanian dan perkebunan harus tercermin dari meningkatnya kesejahteraan petani.

“Kalau mau negara berhasil, jangan sakiti rakyat. Temani rakyat, dorong rakyat untuk berproduksi. Itu tugas kita,” ujarnya.

Amran juga menegaskan sawit merupakan salah satu komoditas strategis nasional yang memiliki kontribusi besar terhadap devisa melalui ekspor. Karena itu, pemerintah terus melakukan pembenahan tata niaga agar nilai tambah komoditas tersebut lebih banyak dinikmati petani sekaligus meningkatkan penerimaan negara dari ekspor.

“Kalau seluruh potensi sawit bisa dioptimalkan dan harga petani terjaga, nilai ekspor Indonesia akan meningkat signifikan. Karena itu, pemerintah akan terus hadir memastikan petani memperoleh harga yang adil,” kata Amran.

Apj

Di sisi lain, Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (Gapki) menilai implementasi mandatori biodiesel B50 berpotensi menjadi faktor yang mendukung kenaikan harga minyak sawit mentah (CPO) maupun harga TBS di tingkat petani. Namun, organisasi itu mengingatkan manfaat tersebut bergantung pada kebijakan pemerintah terkait pungutan ekspor CPO.

Ketua Umum Gapki Eddy Martono mengatakan pengalihan sebagian volume CPO untuk memenuhi kebutuhan program B50 berpotensi mengurangi pasokan ekspor. Apabila pasokan minyak nabati dunia dari komoditas lain tidak bertambah, kondisi tersebut dapat mendorong kenaikan harga minyak nabati global.

“Ini justru akan meningkatkan harga CPO dalam negeri, ujung-ujungnya harga TBS petani juga akan naik,” ujar Eddy kepada Kontan, awal Juli.

Meski demikian, Eddy mengingatkan potensi kenaikan harga itu dapat teredam apabila pemerintah kembali menaikkan pungutan ekspor CPO untuk menutup kebutuhan pendanaan program biodiesel. Menurut dia, penurunan volume ekspor akan berdampak pada berkurangnya penerimaan dari pungutan ekspor. Jika tarif pungutan kemudian dinaikkan, kebijakan tersebut justru akan memberi tekanan terhadap harga CPO domestik.

“Tetapi kalau kemudian pungutan ekspor berkurang, lalu PE dinaikkan lagi, maka ini yang akan menekan harga CPO dalam negeri, juga harga TBS petani,” katanya.

Tags:

harga TBS

Berita Sebelumnya
Setelah Sempat Anjlok, Harga TBS Sawit Berangsur Pulih di Sejumlah Daerah

Setelah Sempat Anjlok, Harga TBS Sawit Berangsur Pulih di Sejumlah Daerah

Upaya pemerintah menstabilkan harga tandan buah segar (TBS) kelapa sawit mulai menunjukkan hasil. Setelah sempat mengalami penurunan yang dinilai tidak sejalan dengan pergerakan harga minyak sawit mentah (crude palm oil/CPO) dunia, harga TBS di sejumlah sentra produksi kini kembali menguat.

14 Juli 2026Berita

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *