KONSULTASI
Logo

Harga CPO Terus Merosot, Pasar Sawit Dibayangi Awan Ketidakpastian Global

24 Oktober 2025
AuthorDwi Fatimah
EditorDwi Fatimah
Harga CPO Terus Merosot, Pasar Sawit Dibayangi Awan Ketidakpastian Global

sawitsetara.co - Harga minyak sawit mentah (crude palm oil/CPO) kembali melanjutkan tren pelemahannya pada perdagangan Kamis (23/10/2025), menandai penurunan untuk sesi keempat berturut-turut. Sentimen pasar yang kian pesimistis akibat ketidakpastian permintaan global dan tekanan dari minyak nabati pesaing membuat harga komoditas unggulan Asia Tenggara ini terus tertekan.

Mengutip Reuters, kontrak berjangka CPO untuk pengiriman Januari di Bursa Malaysia Derivatives Exchange turun 14 ringgit atau 0,31%, menjadi 4.442 ringgit (sekitar US$1.051,61) per metrik ton pada jeda perdagangan siang. Pelemahan ini memperpanjang tren negatif yang sudah berlangsung sejak awal pekan.

Puasa

Menurut Paramalingam Supramaniam, Direktur Pelindung Bestari, pasar sawit saat ini dibayangi kekhawatiran besar terhadap prospek permintaan global yang belum menunjukkan arah pasti.

“Volatilitas harga akan tetap tinggi menjelang akhir tahun, terutama karena kondisi cuaca yang tidak menentu dapat memengaruhi produksi pada kuartal pertama 2026,” ujar Paramalingam.

Tekanan jual juga datang dari pasar minyak nabati lain. Di Bursa Komoditas Dalian, China, harga kontrak minyak kedelai teraktif melemah 0,51%, sedangkan kontrak minyak sawit merosot lebih dalam hingga 1,3%.

Puasa

Selain itu, permintaan dari India diperkirakan melambat setelah sempat melonjak selama perayaan festival Diwali pertengahan Oktober lalu.

Namun, di tengah gelombang tekanan itu, ada secercah kabar positif. Data surveyor kargo menunjukkan ekspor minyak sawit Malaysia untuk periode 1–20 Oktober justru mengalami kenaikan 2,5% hingga 3,4% dibandingkan bulan sebelumnya.

Ringgit Malaysia yang melemah terhadap dolar AS juga memberikan sedikit “bantalan” bagi harga sawit, karena membuat produk sawit Malaysia lebih kompetitif di pasar ekspor.

Puasa

Meski begitu, pelaku pasar masih berhati-hati menatap prospek jangka pendek. Kombinasi faktor cuaca, kebijakan impor negara konsumen besar, serta persaingan ketat dengan minyak nabati lainnya akan terus menjadi penentu arah harga CPO di sisa tahun ini.

Tags:

EkonomiCPO

Berita Sebelumnya
Ombudsman RI Usulkan Segera Bentuk Badan Sawit Nasional

Ombudsman RI Usulkan Segera Bentuk Badan Sawit Nasional

Benar, bahwa kelapa sawit telah bukan hanya sebagai salah satu komoditas penopang ekonomi nasional tapi juga sebagai pemasukan utama petani. Namun, ditengah tingginya kontribusi kelapa sawit, tidak sedikit Kementerian dan lembaga yang mengurusi komoditas minyak emas tersebut. Terbukti, sedikitnya ada sekitar 31 Kementerian yang mengurusi sawit. Melihat hal ini maka Ombudsman Republik Indonesia (RI) mengusulkan pembentukan Badan Sawit Nasional.

23 Oktober 2025 | Berita

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *