
sawitsetara.co - YOGYAKARTA – Generasi muda didorong mengambil peran dalam keberlanjutan industri kelapa sawit nasional melalui Workshop Gen-Z Preneur UMKM Sawit bertajuk “Rintisan Wirausaha Perkebunan dan Oleofood” yang digelar di Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta.
Kegiatan yang berlangsung selama 12-13 Mei 2026 tersebut menjadi wadah pengenalan potensi usaha berbasis sawit kepada mahasiswa dan pelajar, khususnya pada sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) serta produk turunan oleofood.
Ketua Pengurus YPKPY, Purwadi, mengatakan Indonesia masih menjadi pemain utama industri sawit global, baik dari sisi produksi, ekspor, maupun konsumsi. Menurutnya, generasi muda memiliki peran penting untuk menjaga keberlanjutan industri strategis tersebut di masa depan.
“Indonesia memiliki area sawit terluas di dunia, eksportir terbesar, sekaligus konsumen terbesar. Sawit menjadi komoditas unggulan Indonesia di berbagai aspek,” ujar Purwadi dalam sambutannya di Gedung AKPY STIPER.

Purwadi yang juga lama berkecimpung di industri sawit menilai masih banyak persepsi negatif terkait kelapa sawit di tengah masyarakat. Karena itu, dia meminta generasi muda aktif mencari informasi dan memahami industri sawit secara utuh.
“Hari ini ada bias pengetahuan di masyarakat, misalnya sawit dianggap merusak lingkungan, menyebabkan deforestasi, dan banjir. Saya sarankan cari pengetahuan, baca, dan pelajari apakah benar sawit seperti yang digambarkan di media sosial,” katanya.
Dia menjelaskan, secara global lahan sawit hanya mencakup sekitar 6% dari total luas tanaman penghasil minyak nabati dunia. Namun, sawit dinilai paling unggul karena memiliki ratusan produk turunan yang digunakan dalam kehidupan sehari-hari.
“Dari bangun pagi sampai tidur, banyak produk yang kita gunakan mengandung sawit. Karena itu sawit menjadi pesaing besar minyak nabati lainnya,” ujarnya.

Purwadi juga menantang peserta workshop untuk mengambil peluang bisnis di sektor sawit. Menurutnya, keberlanjutan kejayaan sawit Indonesia sangat bergantung pada kesiapan generasi penerus.
“Siapkah saudara mengambil peran meneruskan kejayaan sawit Indonesia? Peluang bisnisnya besar, tapi anak mudanya jangan sampai letoy,” katanya.
Sementara itu, Pemimpin Redaksi Majalah Sawit Indonesia Qayuum Amri mengatakan workshop tersebut terselenggara melalui kerja sama Majalah Sawit Indonesia, Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI), Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP), serta AKPY-STIPER.
Dia mengatakan kegiatan tersebut dirancang untuk mengenalkan potensi usaha sawit kepada generasi muda, termasuk praktik pembuatan produk oleofood berbasis sawit yang akan dilaksanakan di Instiper Bakery Academy pada hari kedua kegiatan.
“Kami ingin menarik minat Gen Z agar menjadi penerus keberlanjutan sawit di masa depan. Mahasiswa akan diajak belajar langsung membuat produk oleofood berbasis sawit,” ujar Qayuum.

Pemilihan Yogyakarta sebagai lokasi kegiatan juga dinilai strategis karena merupakan salah satu destinasi wisata utama nasional. Berdasarkan data perjalanan wisatawan nusantara, jumlah kunjungan ke DIY sepanjang Januari—November 2025 mencapai 36,72 juta perjalanan.
Selain pelatihan teknis, peserta juga akan mendapatkan materi kewirausahaan dan kisah sukses pelaku usaha kreatif. Qayuum menilai industri sawit memiliki potensi besar karena memiliki lebih dari 170 produk turunan yang dapat dikembangkan menjadi peluang bisnis baru.
“Produk turunan sawit sangat banyak dan potensinya besar. Sekarang waktunya belajar dan memanfaatkan peluang, jangan sampai mahasiswa hanya menjadi penonton,” pungkasnya.



Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *