
sawitsetara.co – BANGKA – Pemanfaatan Dana Bagi Hasil (DBH) sawit dari pemerintah pusat menjadi solusi bagi Pemerintah Kabupaten Bangka untuk memperbaiki infrastruktur jalan dan jembatan yang rusak di tengah keterbatasan keuangan daerah pada 2025.
Melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR), Pemkab Bangka memfokuskan perbaikan di wilayah Kecamatan Belinyu, Kabupaten Bangka.
Kawasan tersebut selama ini dikenal sebagai jalur vital masyarakat sekaligus lintasan utama aktivitas perkebunan kelapa sawit.
Kepala Dinas PUPR Bangka, Mulyarto Kurniawan, mengatakan anggaran yang digunakan bersumber dari DBH sawit pusat dengan nilai lebih dari Rp3 miliar.
Menurutnya, kebijakan ini diambil karena kondisi keuangan daerah yang sedang mengalami efisiensi.
“Kita mendapatkan kucuran dana Rp3 miliar lebih, karena kondisi keuangan daerah efisiensi, kita gunakan pengajuan DBH sawit pusat,” ujar Mulyarto yang akrab disapa Cecep saat meninjau lokasi perbaikan, Senin (29/12/2025), seperti dikutip rri.co.id.
Cecep menjelaskan, kerusakan jalan di kawasan tersebut tergolong berat dan diduga kuat dipicu oleh tingginya intensitas kendaraan pengangkut hasil perkebunan sawit yang melintas setiap hari. Setelah dilakukan perbaikan, akses warga kini kembali berjalan normal.
“Untuk saat ini, akses masyarakat sudah lancar melalui DBH sawit karena memang kerusakan fasilitas diduga akibat sering digunakan akses pengangkutan hasil kebun sawit,” katanya.
Dari sisi pemerintah desa, Sekretaris Desa Gunung Muda, Nur Kemalasari, menyebut kondisi jalan itu telah lama menjadi persoalan yang kerap dikeluhkan warga.
Selain sebagai jalur utama aktivitas masyarakat, jalan tersebut juga menjadi akses menuju fasilitas umum penting.
“Karena jalan itu kan, jalan utama, menuju sekolah, ada juga pemakaman umum, jadi banyak yang ngeluh ke desa,” ujar Nur.
Ia mengakui, kerusakan jalan tidak hanya mengganggu aktivitas harian warga, tetapi juga berdampak serius terhadap keselamatan pengguna jalan.
Dengan terealisasinya perbaikan melalui DBH sawit pusat, masyarakat berharap kualitas infrastruktur di wilayah perkebunan dapat lebih terjaga dan risiko kecelakaan di jalur vital tersebut dapat ditekan ke depan.


Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *