
sawitsetara.co - JAKARTA — Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi ketersediaan air bagi tanaman di sebagian besar wilayah Indonesia berada pada kategori kurang selama September-November 2026.
Prediksi tersebut tercantum dalam Buletin Informasi Iklim Perkebunan Komoditas Sawit edisi Agustus 2026. Buletin BMKG memang memuat analisis dan prediksi ketersediaan air bagi tanaman sebagai bagian dari informasi iklim untuk mendukung kegiatan perkebunan.
BMKG menyebut hanya sebagian kecil wilayah Indonesia yang diprediksi memiliki ketersediaan air kategori sedang hingga cukup pada periode tersebut. Kondisi ini perlu menjadi perhatian bagi sektor perkebunan, termasuk kelapa sawit, terutama di wilayah yang diperkirakan mengalami curah hujan rendah.
Pada September 2026, ketersediaan air bagi tanaman kategori cukup diprediksi terdapat di sebagian besar Aceh, Sumatera Utara, Riau, Sumatera Barat, Papua, Papua Tengah, Papua Pegunungan, serta sebagian wilayah Jambi, Bengkulu, Kalimantan Barat, Kalimantan Timur, Kalimantan Utara, Sulawesi Tengah, Sulawesi Barat, Sulawesi Selatan, Papua Barat Daya, dan Papua Selatan.
Sementara itu, kategori sedang diprediksi terdapat di sebagian kecil Aceh, Sumatera Utara, Riau, Jambi, Sumatera Barat, Jawa Barat, Jawa Timur, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Timur, Sulawesi, Maluku, Papua, serta sebagian besar Bengkulu.
Adapun sebagian besar wilayah Indonesia diprediksi memiliki ketersediaan air bagi tanaman dalam kategori kurang.
Ketersediaan Air Membaik pada Oktober
Memasuki Oktober 2026, BMKG memprediksi ketersediaan air kategori cukup di sebagian besar Aceh, Sumatera Utara, Riau, Sumatera Barat, Kalimantan Barat, Kalimantan Utara, Kepulauan Riau, serta sejumlah wilayah lainnya.
Kategori sedang diprediksi terdapat di sebagian kecil Aceh, Sumatera Utara, Riau, Sumatera Barat, Jambi, Sumatera Selatan, Bengkulu, Bali, Nusa Tenggara Timur, Kalimantan, Sulawesi, Maluku, dan Papua.
Meski demikian, BMKG tetap memperkirakan terdapat sebagian wilayah Indonesia yang mengalami ketersediaan air kategori kurang.
Pada November 2026, ketersediaan air kategori cukup diprediksi meliputi sebagian besar Aceh, Sumatera Barat, Jambi, Bengkulu, Sumatera Utara, Riau, Kepulauan Riau, Kalimantan Utara, Kalimantan Timur, Papua Barat, Papua Tengah, Papua, Papua Pegunungan, serta sejumlah wilayah lainnya.
Sementara kategori sedang masih terdapat di sebagian wilayah Sumatera, Jawa, Bali, Nusa Tenggara, Kalimantan, Sulawesi, Maluku, dan Papua. Kategori kurang diprediksi masih terjadi di sebagian wilayah Indonesia.
Perlu Antisipasi di Perkebunan Sawit
Kondisi ketersediaan air tersebut menjadi salah satu faktor yang perlu diperhatikan pekebun sawit dalam menyusun kegiatan pengelolaan tanaman. Ketersediaan air yang rendah berpotensi memengaruhi pertumbuhan dan perkembangan tanaman apabila berlangsung dalam periode yang panjang.
Sebelumnya, BMKG juga memprediksi curah hujan Indonesia pada September-November 2026 secara umum berada pada kategori rendah hingga menengah dengan sifat hujan bawah normal hingga normal. BMKG mengimbau masyarakat dan pengguna informasi iklim untuk mengacu pada pembaruan informasi yang diterbitkan setiap bulan.
Bagi perkebunan sawit, informasi ketersediaan air dapat digunakan sebagai dasar untuk meningkatkan pemantauan kondisi tanaman dan melakukan langkah antisipasi, khususnya di wilayah yang diprediksi mengalami defisit air.
Dengan demikian, pemantauan kondisi iklim secara berkala menjadi penting untuk menjaga produktivitas tanaman dan menyesuaikan kegiatan budidaya dengan kondisi cuaca yang berkembang.
Tags:


Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *