KONSULTASI
Logo

B50 Terbukti Aman di Lapangan, Pengemudi Angkutan: Mesin Tetap Lancar

3 Agustus 2026
AuthorDwi Fatimah
EditorDwi Fatimah
B50 Terbukti Aman di Lapangan, Pengemudi Angkutan: Mesin Tetap Lancar
HOT NEWS

sawitsetara.co - Penerapan Bahan Bakar Minyak (BBM) solar campuran 50 persen biodiesel berbasis minyak sawit (B50) yang resmi diberlakukan sejak 1 Juli 2026 terus menjadi perhatian publik. Di tengah berbagai pertanyaan mengenai dampaknya terhadap performa kendaraan, pengalaman para pengguna di lapangan justru menunjukkan hasil yang positif.

Sejumlah pengemudi kendaraan yang telah menggunakan B50 mengaku tidak mengalami kendala berarti pada mesin kendaraan mereka. Salah satunya adalah Nainggolan, pengemudi mobil pikap pengangkut ikan asin di Sumatera Utara.

“Usai memakai B50, sama aja tidak ada masalah apa-apa pada mesin kita, lancar-lancar saja,” ujar Nainggolan, dikutip dari keterangan tertulis Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM).

Pengalaman serupa juga disampaikan Herwin Siregar, pengemudi angkutan umum rute Medan–Sipahutar yang setiap hari mengandalkan Mitsubishi L300 untuk menempuh perjalanan sekitar enam jam.

Herwin mengaku telah lama menggunakan Biosolar dan tetap merasakan performa kendaraan yang baik setelah implementasi B50. Setiap hari, ia menghabiskan sekitar Rp450.000 untuk bahan bakar.

DPP

“Saya sudah lama menggunakan Biosolar untuk mobil angkutan saya Mitsubishi L300 jurusan Medan ke Sipahutar. Setiap hari saya isi Rp450.000 untuk perjalanan enam jam. Aman di mesin,” katanya.

Pengalaman kedua pengemudi tersebut disampaikan langsung kepada Wakil Menteri ESDM, Yuliot, saat melakukan kunjungan ke SPBU 14.227.322 di Kecamatan Sipirok, Kabupaten Tapanuli Selatan, Sumatera Utara, Jumat (31/7/2026).

Dalam kunjungan tersebut, Yuliot tidak hanya memastikan ketersediaan pasokan BBM, tetapi juga berdialog langsung dengan masyarakat pengguna B50 guna mengetahui implementasi kebijakan tersebut di lapangan.

Menurut Yuliot, keberhasilan implementasi B50 tidak hanya diukur dari aspek distribusi dan pasokan bahan bakar, tetapi juga dari pengalaman masyarakat yang menggunakan BBM tersebut dalam aktivitas sehari-hari.

“Kita mengecek pasokan BBM yang ada di seluruh daerah, dan saya lihat pasokan BBM cukup lancar. Selain mengecek kelancaran BBM, kita juga ingin melihat implementasi B50, kita harus mengecek bagaimana penerapannya di lapangan,” ujar Yuliot.

DPP

“Kita mengecek pasokan BBM yang ada di seluruh daerah, dan saya lihat pasokan BBM cukup lancar. Selain mengecek kelancaran BBM, kita juga ingin melihat implementasi B50, kita harus mengecek bagaimana penerapannya di lapangan,” ujar Yuliot.

Pemerintah menegaskan akan terus memastikan ketersediaan pasokan B50 di berbagai wilayah sekaligus memantau pelaksanaannya agar masyarakat dapat memperoleh bahan bakar yang berkualitas dan sesuai kebutuhan.

Kesaksian para pengguna di lapangan menjadi indikasi awal bahwa penggunaan B50 dapat diterapkan pada kendaraan diesel tanpa menimbulkan gangguan signifikan terhadap performa mesin. Meski demikian, pemerintah tetap melakukan pemantauan secara berkala untuk memastikan implementasi program berjalan optimal di seluruh Indonesia.

Tags:

B50Biosolar B50

Berita Sebelumnya
Pakistan Cetak Rekor Impor Minyak Sawit, Indonesia Tetap Jadi Pemasok Utama

Pakistan Cetak Rekor Impor Minyak Sawit, Indonesia Tetap Jadi Pemasok Utama

Pakistan mencatat rekor tertinggi impor minyak sawit sepanjang sejarah pada tahun fiskal 2025/2026 (FY26), mencerminkan semakin besarnya ketergantungan negara tersebut terhadap pasokan minyak nabati dari luar negeri. Indonesia tetap menjadi pemasok utama, memenuhi sekitar 80-90 persen kebutuhan impor minyak sawit Pakistan.

1 Agustus 2026Berita

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *