KONSULTASI
Logo

APKASINDO Kaltara Resmi Dikukuhkan, Petani Sawit Perbatasan Punya Rumah Besar Baru

8 Januari 2026
AuthorDwi Fatimah
EditorDwi Fatimah
APKASINDO Kaltara Resmi Dikukuhkan, Petani Sawit Perbatasan Punya Rumah Besar Baru
HOT NEWS

sawitsetara.co - TARAKAN - Tonggak sejarah baru bagi dunia perkebunan sawit di Kalimantan Utara (Kaltara) resmi tercatat. Pengurus Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Asosiasi Petani Kelapa Sawit Indonesia (APKASINDO) Provinsi Kaltara periode 2025–2030 resmi dikukuhkan di Ballroom Hotel Lotus Panaya, Kota Tarakan, Kamis (8/1/2026).

Prosesi pelantikan dipimpin langsung oleh Sekretaris Jenderal Dewan Pimpinan Pusat (DPP) APKASINDO, Dr. Rino Afrino, ST., MM., C.APO. Dalam mandat tersebut, Muhammad Khoiruddin resmi mengemban amanah sebagai Ketua DPW APKASINDO Kaltara, dengan Ardiansyah sebagai Sekretaris.

Pelantikan ini bukan sekadar seremoni organisasi. Lebih dari itu, momen ini menjadi titik awal konsolidasi kekuatan petani sawit kecil di wilayah perbatasan, yang selama ini kerap menghadapi tantangan struktural, akses informasi, dan posisi tawar yang lemah.

Ketua DPW APKASINDO Kaltara yang baru dilantik, Muhammad Khoiruddin, menyampaikan rasa syukur sekaligus kesadaran atas tanggung jawab besar yang diembannya. Ia menegaskan bahwa kepemimpinan bukan soal kekuasaan, melainkan pengabdian.

Sawit Setara Default Ad Banner

”Hari ini adalah tonggak sejarah. Amanah ini adalah tentang pelayanan. Saya bersama rekan-rekan pengurus berkomitmen menjaga kepercayaan ini dengan kerja keras, transparansi, dan integritas tinggi demi kemajuan kita bersama,” ujar Khoiruddin.

Ia mencanangkan APKASINDO Kaltara sebagai Rumah Besar bagi seluruh petani sawit di Bumi Benuanta. Organisasi ini diharapkan menjadi wadah perjuangan kolektif untuk menyuarakan aspirasi, memperkuat perlindungan hukum, serta meningkatkan kesejahteraan ekonomi petani kecil yang selama ini berjalan sendiri-sendiri.

4b7d1259-8eef-47fc-982e-5786d98df695.jpeg

Menghadapi dinamika dan tantangan industri sawit ke depan, pengurus baru menyiapkan sejumlah program prioritas strategis. Salah satu fokus utama adalah investasi sumber daya manusia (SDM). Dengan kondisi geografis Kaltara yang berada di ujung utara Indonesia, peningkatan kualitas SDM dinilai menjadi kunci utama keberlanjutan sektor sawit.

APKASINDO Kaltara berkomitmen mengawal program beasiswa Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) ke 41 kampus ternama bagi anak-anak petani sawit.

Sawit Setara Default Ad Banner

“Kita ingin anak-anak petani Kaltara kembali ke daerahnya membawa teknologi dan inovasi untuk memajukan kebun orang tua mereka,” tambah Khoiruddin.

Selain itu, isu transparansi harga tandan buah segar (TBS) juga menjadi perhatian serius. APKASINDO Kaltara akan aktif hadir dalam rapat penetapan harga TBS bulanan untuk memastikan prinsip keadilan bagi seluruh pihak.

“Harga harus adil bagi perusahaan agar bisnis berkelanjutan, namun juga harus adil bagi petani agar dapur mereka tetap mengepul,” tegasnya.

Tak kalah penting, APKASINDO Kaltara memosisikan diri sebagai mitra strategis pemerintah daerah dalam mendukung kebijakan pembangunan perkebunan yang berkelanjutan. Dengan potensi lahan yang luas, kehadiran pengurus baru diharapkan mampu mengonversi kekayaan alam menjadi kesejahteraan nyata bagi masyarakat setempat.

”Mari kita wujudkan cita-cita bersama Petani Maju, Rakyat Sejahtera. Dari Kalimantan Utara, kita tunjukkan bahwa sawit adalah masa depan Indonesia,” pungkas Khoiruddin.

Sawit Setara Default Ad Banner

Sementara itu, Sekjen DPP APKASINDO Dr. Rino Afrino menegaskan peran vital kelapa sawit dalam menopang peradaban modern Indonesia. Ia menyebut sawit sebagai tanaman kehidupan karena keberadaannya menyentuh hampir seluruh aspek keseharian manusia, mulai dari pangan, kosmetik, hingga energi terbarukan.

”Saya sudah berkeliling dari Aceh hingga Papua. Tanaman ini memang berasal dari Afrika, tapi hanya di tanah Indonesia ia tumbuh paling subur dan dimiliki secara luas oleh rakyat. Dari bangun tidur sampai tidur lagi, hidup kita tak lepas dari sawit,” tegas Dr. Rino.

Ia juga mengingatkan bahwa target pertumbuhan ekonomi nasional sebesar 8 persen sangat bergantung pada stabilitas dan kemajuan sektor kelapa sawit. Menurutnya, petani tidak perlu ragu terhadap masa depan sawit meskipun tekanan global terus muncul.

Dengan penggunaan bibit unggul, masa tunggu panen yang semakin singkat sekitar 28–48 bulan, serta dukungan organisasi yang solid, kelapa sawit tetap menjadi instrumen paling efektif dalam pengentasan kemiskinan di Indonesia.

Pelantikan DPW APKASINDO Kaltara ini sekaligus menegaskan eksistensi APKASINDO sebagai organisasi petani sawit nasional yang kini telah hadir di 25 provinsi di Indonesia, memperkuat barisan petani menuju sawit yang berdaulat, berkeadilan, dan berkelanjutan.

Tags:

APKASINDO

Berita Sebelumnya
Konsumsi Sawit Bersertifikat RSPO Jadi Tonggak Indonesia Menuju Berkelanjutan

Konsumsi Sawit Bersertifikat RSPO Jadi Tonggak Indonesia Menuju Berkelanjutan

Indonesia kini memasuki babak baru dalam perjalanan konsumsi produk sawit berkelanjutan. Forum Pengembangan Kampoeng Batik Laweyan (FPKBL), setelah berhasil menciptakan formula palm-based batik wax, resmi meraih Sertifikasi RSPO Supply Chain Certification (SCC).

| Berita

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *